Tips Balita Aktif Baca Qur'an

Namanya Amira. Sejak bayi, dia memang sudah terlihat aktif. Banyak bergerak, suka berceloteh, juga pandai bertingkah lucu yang membuat Ummi...

Namanya Amira. Sejak bayi, dia memang sudah terlihat aktif. Banyak bergerak, suka berceloteh, juga pandai bertingkah lucu yang membuat Umminya kadang geli dan gemes sendiri.

Dia suka bermain, suka melompat-lompat, melukis di tembok, menggambar di buku catatan Ummi, bantuin Ummi masak atau nyuci. Bahasanya “bantuin” padahal…he he. Ya begitulah Amira. Dia anak yang aktif. Saya bersyukur memilikinya.

Saat mengajarkan Kak Nahla membaca Al Qur’an, saya relatif tidak memiliki kesulitan karena Kak Nahla anak yang sangat penurut. Diminta duduk, maka dia akan duduk manis. Diminta membuka jilid, maka dia akan membuka jilid dengan senang hati. Saat dia masih main, saya pun sering mengajak baca jilid atau nambah hafalan juz amma. Cukup dengan kalimat “Nahla, bagaimana kalau sekarang kita baca jilid dulu?” (sambil menampakkan ekspresi senyum termanis dan penuh cinta). Maka Kak Nahla akan membalas senyuman saya, lalu mendekat. “Ya, Mi.” Itu jawabannya. Dan saya sangat bersyukur memilikinya.

Amira dan tingkahnya :)


Baik, karena rasa syukur tetap harus dikedepankan, saya pun sejak lama sudah memikirkan Amira. Awalnya saya menggunakan cara yang sama kepada Amira, seperti saya lakukan kepada Kak Nahla. Tetapi ternyata tidak mempan. Dia lebih suka lari-lari daripada duduk membaca kartu huruf. Dia lebih suka lompat-lompat disbanding duduk manis membuka jilid. Maka, variasi inilah yang sudah saya praktekkan selama tiga tahun ini kepada Amira.

1.       Menuntaskan tahap persiapan belajar
Mom, persiapan belajar saya definisikan sebagai masa sebelum Amira bisa berbicara ya. Kurang lebih sama seperti pada artikel sebelumnya, tentang Adam. Anak aktif sudah diajak nyanyi, dibiasakan mendengarkan ayat suci Al Qur’an, setiap hari setiap waktu yang bisa.

2.       Memastikan anak bisa menghafal huruf hijaiyah dan tahu bentuknya
Di usia dua tahun, anak sudah bisa menirukan a ba ta tsa ja kha kho dan seterusnya, meski mungkin untuk beberapa huruf seperti “tsa” “dza” “dho” juga “gho” akan terdengar lucu. Waktu Amira menirukan  dza, yang terdengar adalah “nda”. Waktu menirukan dho, maka yeng terdengar adalah do. Gho juga terdengar go. Begitulah. Ada yang sama? Rata-rata begitu J

Dan meja belajar pun menjadi panggung atraksi


Nah, bagaimana caranya agar anak aktif tetap menikmati proses belajar? Ikutlah melompat bersamanya. Ambil kartu satuan yang bertuliskan huruf berharokat fathah, lalu bermainlah.

Saya sering, Amira saya ajak menirukan sambil duduk dan dia tidak mau. Maka berdirilah saya sambil memegang kartu. Saya memasang ekspresi yang menarik, lalu berbicara, bisa dengan suara-suara yang dibuat lebih besar atau seperti suara anak kecil. Kurang lebih begini dialognya:

U : “Amira, coba lihat Ummi. Ini ja.”
A : (sibuk memegang mainan)
U : “Lihat Ummi, sayang. Taruh dulu ya mainannya. Ayo kita melompat.”
Saya dan Amira melompat-lompat dengan happy. Dia pun melupakan mainannya.
U : “Ikuti Ummi ya. Ini ja.” (dengan meniru suara harimau)
A : “ja”
U : “Sekali lagi, ja!”
A : “ja!”
U : “Wah hebatnya anak Ummi. Nah kalau yang ini, kha. Kha, kha, kha.”
A : (malah mengambil mainan yang tadi)
U : mengikuti Amira lalu dengan pelan meletakkan mainan itu. “Yuhuu, sekarang main sama Ummi dulu. Yok kita berputar-putar.”
Saya dan Amira berputar-putar dari ruang tamu ke ruang tengah. Pokoknya dibuat sehappy mungkin sampai dia fokus untuk menirukan huruf berharokat fathah.

Dia minta main, kita ikut main. Siap? J

3.       Membuat tempelan kata
Saya melihat, Amira sering boring kalau pakai jilid terus. Anak aktif mana betah sih duduk lama? Maka saya pun menempel kata di dinding ruang depan sampai ruang tengah (karena area ini, adalah area yang sering dia berada), sesuai dengan halaman di jilidnya.

Contoh, bulan kemarin Amira belajar huruf berharokat tanwin. Maka saya sudah mempersiapkan menempel an in un, ban bin bun, tan tin tun, dan seterusnya, juga yang sudah berbentuk kata seperti ka ta bun, ba ro dun, syi da din, gho fu run, ro su lun, dan lain-lain.

Lalu saya meski kadang sambil menggendong Adam, saya ajak Amira berjalan perlahan sambil membaca tempelan-tempelan itu.




4.       Memakai jilid yang berbeda
Buku jilid, seperti juga metode membaca Al Qur’an itu kan bermacam-macam ya. Agar balita kita yang aktif tetap menikmati belajarnya, saya mempraktekkan dengan menggunakan jilid yang berbeda. Sekalian untuk mengecek apakah dia paham tanpa harus tergantung pada satu buku. Saya memakai buku jilid dari Qiroaty, yanbu’a dan abatatsa. Kadang kalau ada anak-anak mengaji di rumah, saya juga mengecek bacaan Amira dengan buku jilid dari Iqro’.

5.       Mengeprint tulisan warna-warni
Ketiklah kata-kata sesuai jilidnya, lalu diprint dengan berbagai warna, lalu tempel. Lalu? Lalu kita bermain. Permainan ini bisa jadi solusi:
U : Siapa yang melihat kata “sa la mun” ?
A : sibuk mencari… “ini!” menunjuk, benar.
U : Yess. Masya Allah, bagus, Amira. Siapa yang melihat “wa la dun”
A : sibuk mencari…”ini” menunjuk, salah.
U : Ayo coba dicari lagi. Wa la dun lho…”
Dan seterusnya…

My family


6.       Main petak umpet
Sembunyikan kertas bertuliskan kata-kata, lalu ajak anak mencari bersama. Begitu ketemu, contohkan cara membacanya. Tujuannya sebenarnya kita sedang mengajari. Ketika balita sudah berhasil, jangan lupa memuji atau di akhir permainan memberikan award.
“Wah Amira hebat ya sudah main petak umpet sama Ummi. Ummi bikinkan susu ya, silakan tuan puteri bisa istirahat.”
Anak pasti akan merasa dihargai. Iya kan? Iya kan?

Setiap anak terlahir dengan jiwa dan raganya, yang bisa jadi berbeda dengan jiwa raga anak yang lainnya. Begitupun Nahla, Amira, dan Adam. Bagi saya, tipe mereka kinestetik atau tidak, semua berhak mendapatkan masa istimewa untuk belajar Al Qur’an, disesuaikan dengan cara belajar mereka.

Baik, mom. Bagaimana kalau mulai sekarang kita tetap berusaha demi mereka? Lupakan masa lalu yang sempat membuat kita menyesal (karena mungkin sekarang baru bersemangat mengajarkan), lalu bergeraklah membangun generasi yang mencintai Al Qur’an sejak dini.

Wassalamualaikum.



COMMENTS

BLOGGER: 6
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Tips Balita Aktif Baca Qur'an
Tips Balita Aktif Baca Qur'an
https://2.bp.blogspot.com/-Dop-y9jr9Vc/WZPC_aPAjbI/AAAAAAAAA4w/3mGz3lpyHLEZK0XJQ_gaKhx8L1tXJkKUwCLcBGAs/s400/20864504_10211574556252920_1947927474_n.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Dop-y9jr9Vc/WZPC_aPAjbI/AAAAAAAAA4w/3mGz3lpyHLEZK0XJQ_gaKhx8L1tXJkKUwCLcBGAs/s72-c/20864504_10211574556252920_1947927474_n.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2017/08/tips-balita-aktif-baca-quran.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2017/08/tips-balita-aktif-baca-quran.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy