Tips Supaya Sukses Operasi Caesar

Sebulan lalu, 30 Oktober 2015 saya melahirkan untuk yang keempat kalinya. Masya Allah, meski ini yang keempat, tetapi menjadi pengalaman pe...

Sebulan lalu, 30 Oktober 2015 saya melahirkan untuk yang keempat kalinya. Masya Allah, meski ini yang keempat, tetapi menjadi pengalaman pertama yang luar biasa karena saya melahirkan secara operasi caesar. Yang sebelumnya, kelahiran Nahla, Adli, dan Amira saya jalani secara normal.
Waktu itu aku nggak tau lho kalau Ummi mau lahiran. Tau-tau yang jemput di TPA bukan Ummi, tapi bude.


Hal yang melatarbelakangi mengapa saya harus operasi adalah posisi bayi yang sungsang, dan saat diketahui ternyata saya sudah sampai pada pembukaan dua. Pantas saja dua malam sebelumnya saya sudah merasakan nggak karuan. Perut mulai mulas, mulai sering, dan badan sudah tidak enak. Mirip seperti mau persalinan normal. Padahal HPL nya 18 November.

Di usia delapan bulan kehamilan, bidan memberikan pernyataan bahwa posisi bayi sudah mapan, kepala sudah dibawah. Sayangnya saat itu saya tidak langsung menjalani USG untuk memastikan. Hingga begitu saya merasakan sesak di perut (3 minggu kemudian kurang lebih), menekan ke atas (ini keanehan menurut saya, karena biasanya semakin tua usia janin, justru semakin anteng dan ke bawah menekannya) saya pergi ke bidan berbeda, dan beliau mengatakan kalau posisi bayi saya sungsang. Jadilah saya memastikan ke dokter. Dan benar, memang sungsang.

Jum’at pukul 10 pagi saya sudah berada di ruang IGD. Jadwal operasi pukul 12.30 bakda shalat Jum’at. Berdasar banyak cerita, konon operasi Caesar itu tidak sakit. Tapi saat itu seolah tiada ada benarnya. Saya tetap kontraksi, kontraksi, dan kontraksi. Per lima menit, sampai per dua menit sekali saya harus merasakan sakit yang luar biasa, namun dilarang mengejan. Jujur, menjelang operasi, saya begitu malu kepada Allah. Aurat saya terbuka dan “bebas” dilihat oleh para perawat baik ketika memasang kateter, mengganti baju operasi, mengukur perut, membersihkan rambut kemaluan, dll. Perawat itu memang perempuan, bukan laki-laki.namun tetap saja saya malu. 
Aku lagi di pondok, dikasih tahu kalau Ummi sudah lahiran sama Murobbi, ahamdulillah.


Berkali-kali saya beristighfar supaya Allah mengampuni jika itu sebuah dosa. Saya yakin Allah Maha Tahu bahwa kondisi ini darurat. Yang cukup melegakan, saya dan suami pun saat itu sudah bertemu dokter kandungan yang perempuan. Namanya dr Dewi. Dia baru beroperasi sekitar tiga bulan di kota ini.
Berdasar penelitian dari badan statistic tahun 1990, dijelaskan bahwa ketidakberhasilan operasi Caesar perbandingannya adalah 1:2500 kasus. Lebih besar dibanding persalinan normal yang perbandingannya adalah 1:10000 kasus. Namun, sekarang disebutkan bahwa kedua cara tersebut angka kegagalannya semakin menurun.

Wahai ibu dan calon ibu, saya ingin sedikit berbagi tips agar sukses menjalani operasi Caesar.

1. Jangan panik
Saat itu tangan dan kaki saya menggigil. Bukan karena alergi AC di ruang operasi, melainkan karena saya ketakutan. Berkali-kali dokter dan asisten menenangkan saya namun tetap saja kedua tangan dan kaki gemetar tak dapat dihentikan.

Hingga kemudian saya sadar: saya panik. Saya pun banyak mengucap istighfar, tasbih, dan takbir. Saya agungkan dan sucikan asma Allah. saya tenangkan hati hingga Alhamdulillah tangan dan kaki pun melemas. Begitu operasi dimulai, saya kembali melantunkan ayat kursi, 3 ayat terakhir surat Al Baqarah, dan dzikir lainnya.

2. Positive thinking
Jangan berpikir hal yang buruk akan terjadi pada diri kita. Jangan menyesali diri karena tak bisa melahirkan secara normal. Ingatlah wahai ibu. Melahirkan secara normal atau Caesar itu bukanlah dua hal yang boleh membuat seorang ibu merasa lebih hebat disbanding lainnya. Tak ada yang tahu skenario yang sudah Allah tentukan untuk kita. Semakin anda berpikir postitiv bahwa semua itu Allah yang sudah tentukan, semakin tenang jiwa anda. Insya Allah.

3. Giat bergerak pasca operasi
Obat bius yang disuntikkan sebelum operasi, akan hilang efeknya setelah kurang lebih 4 jam pasca operasi. Perut mulai terasa sakit, kaki kesemutan, namun masih berat untuk digerakkan karena ibu melahirkan sembari menahan sakit di perut. 
Kami saling menyemangati!

Kemarin saya merasa badan kaku semua. Ingin rasanya ngulet (menggeliat hehe) kanan kiri sampai tulang bunyi “kretek” duh enaknya. Namun saya harus bersabar. Jangankan untuk miring kanan kiri begitu. Untuk menggerakkan jari jemari kaki saja butuh waktu yang lama.

Meski dengan sakit yang luar biasa (menurut saya), ibu yang melahirkan secara Caesar harus giat bergerak. Dia harus berusaha menggerakkan organ tubuhnya agar semakin cepat pula dia bisa kembali berjalan.

Sungguh saya merasa seperti bayi saat itu. Dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan kekuatan kepada saya, saya pun dengan didampingi suami yang selalu memotivasi saya untuk sembuh, mulai menggerakkan kaki, memiringkan badan, latihan duduk, latihan menggendong bayi, sampai latihan turun sendiri dari tempat tidur dan berlatih jalan tanpa ditatih. Alhamdulillah pada hari ketiga saya sudah bisa berjalan. Hari keempatnya saya diperbolehkan pulang dari RS.

4. Semangat menyusui bayi dan makan makanan bergizi
Berikan makanan terbaik untuk bayi kita (ASI). Hari pertama kemarin saya memang menyerah tidak bisa menyusui bayi laki-laki saya itu. Di hari kedua setelah saya bisa duduk dan merasakan peregangan yang luar biasa di PD saya sampai saya meriang, mengucurlah ASI atas ijin Allah. saya langsung susui bayi saya.

Agar sukses ASI nya, asupan makan dan minum juga harus diperhatikan ya. Tidak usah memberikan pantangan untuk diri kita. Sekadar tips, saya setiap hari makan minimal dua butir telur ayam kampong. Cukup direbus saja, lalu makan. Kata dokter, bisa mempercepat sembuhnya luka di perut karena kandungan protein yang tinggi. Jangan lupa gemari ya. Gemar makan ikan. Semoga bermanfaat!
Perkenalkan, namaku Adam Rasyid Khan. Laki-laki BB 3,5 kg, PB 49cm (sebulan lalu)


COMMENTS

BLOGGER: 10
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Tips Supaya Sukses Operasi Caesar
Tips Supaya Sukses Operasi Caesar
http://4.bp.blogspot.com/-XM5XJu4RcuY/VlsYNbKvY3I/AAAAAAAAAsc/YOAFWhVavzQ/s400/11535815_10205425884539970_7839876583785167651_n.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-XM5XJu4RcuY/VlsYNbKvY3I/AAAAAAAAAsc/YOAFWhVavzQ/s72-c/11535815_10205425884539970_7839876583785167651_n.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2015/11/tips-supaya-sukses-operasi-caesar.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2015/11/tips-supaya-sukses-operasi-caesar.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy