Kiat Ampuh Orangtua Menumbuhkan Kepedulian Pada Anak

Miris jika sebagai Warga Negara Indonesia, para orangtua tidak menumbuhkan rasa kepedulian pada diri anak. Saat ini semakin kacau saja sika...

Miris jika sebagai Warga Negara Indonesia, para orangtua tidak menumbuhkan rasa kepedulian pada diri anak. Saat ini semakin kacau saja sikap empati para remaja. Kalau kita mengikuti info terkini, semakin banyak orang melakukan hobi selfie mereka pada tempat dan waktu yang kurang sesuai.

Contohnya, seorang remaja yang dengan bangga sering mengunggah foto makanan mewah beserta dirinya ke sosial media lalu dengan bahasanya yang mengundang banyak celaan (karena dianggap terlalu sombong) dia mengaku senang tanpa peduli di luar sana banyak juga yang susah memperoleh makanan.

Contoh lain lagi seorang remaja yang berfoto selfie di area kebun bunga lily di kawasan Bantul, Yogyakarta. Beramai-ramai orang melakukan selfie tanpa peduli banyaknya bunga yang terinjak dan mati karena ulah mereka. Mereka melakukan itu dengan senang hati dengan alasan  karena sudah membayar lima ribu rupiah untuk masuk ke area perkebunan.
Gambar dari www.jogja.tribunnews.com
Ada juga seorang perawat yang melakukan selfie saat dirinya menjadi asisten dokter menjalankan proses persalinan seorang ibu. Dia berfoto, sampai organ kelamin si ibu terlihat dengan banyak darahnya. Ini mengerikan! Ke mana rasa empati mereka terhadap sesama?

Anak-anak adalah permata hati yang menjadi aset masa depan orangtua. Dia sungguh berharga. Nah, bagaimana agar seiring berjalannya waktu nanti dia tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepedulian tinggi? Tentu saja kita menginginkan mereka menjadi manusia yang peka baik di lingkungan keluarga maupun sosial bukan? Berikut kiat-kiat dari saya.

1.  Dekatkan dirinya kepada sang pencipta alam raya
Ajak dia rajin beribadah. Katakan padanya bahwa beribadah adalah bentuk syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan. Termasuk nikmat yang mungkin tidak dirasakan anak lain, tapi dirasakan oleh dirinya. Contoh kalau ada temannya yang sudah yatim, berilah pengertian bahwa anak kita harus lebih bersyukur karena masih memiliki ayah dan ibu.
Shalat, mendekatkan anak kepada Allah. Gambar dari www.muslimah-id.com

Meski sang anak masih kecil (misal usia 6-12 tahun), nasihat dan teladan yang dilakukan orangtuanya tetap ada “bekasnya”. Jangan khawatir anak anda akan menganggapnya sebagai angin lalu, apalagi bila bicara soal Tuhan. Suatu saat, nasihat dan teladan anda akan memberikan dampak luar biasa bagi perkembangan karakternya.

2. Rengkuh anak untuk selalu peduli kepada kakak atau adiknya
Kakak atau adik adalah orang terdekat di keluarga, bagi seorang anak. Selain tentunya ada ayah, ibu, dan mungkin kakek nenek. Terhadap saudara kandungnya inilah, anak belajar kepedulian sebelum dia peduli kepada anak lain di luar rumah.
Perilaku peduli kepada saudara sendiri. Gambar dari www.youtube.com

Jika si kakak masih sakit, ajarilah dirinya untuk datang ke kamarnya sekadar bertanya dengan lembut atau mencium keningnya dan mendoakan agar lekas sembuh. Terhadap adiknya, tunjukkanlah sikap terbaik saat adiknya tak bisa mengambil boneka di atas almari karena posisinya yang terlalu tinggi. Alangkah baiknya bila dia membantu mengambilkan.

Atau saat si adik terpeleset karena kurang hati-hati berjalan pada lantai yang baru dipel oleh ibu, ajarkanlah agar dia berperan sebagai kakak yang membantu adiknya berdiri lalu menasihati agar lain kali lebih hati-hati. Bukan mencemooh atau mengeluarkan kata-kata menyakitkan seperti “Kamu ceroboh banget sih!” atau “Kalau jalan lihat-lihat dong!”

3. Ajaklah anak-anak ke pusat keramaian
Pasar, salah satu pusat keramaian. Gambar dari www.radarbangka.co.id

Pasar, jalan raya, sekolah, lingkungan masyarakat, dan masjid adalah contohnya. Lalu apa yang dilakukan? Ajak mereka melihat apa saja yang ada di sana. Apa yang terjadi di sana, dengan cara biarkan mereka melihat-lihat saja. Sesampai di rumah nanti, ajak dia bicara tentang apa yang dilihatnya. Bisa jadi terjadi percakapan seperti ini:

Anak : “Ayah, tadi kok Bayu lihat banyak orang di pasar nggak buang sampah di tempat sampah sih?”
Ayah : “Oh ya?”
Anak : “Iya. Mereka buang sampahnya di selokan. Ada juga yang buang begitu aja di jalanan.”
Ayah : “Itu baik nggak ya?”
Anak : “Nggak baik, Yah.”
Ayah : “Bayu, betul kata kamu. Membuang sampah itu harus pada tempat sampah. Mungkin mereka belum tahu kalau membuang sampah sembarangan itu bisa mendatangkan penyakit dan pencemaran lingkungan.”
Anak : “Bayu akan selalu buang sampah pada tempatnya, Yah.”
Ayah : “Bagus, Bayu! Ayah bangga padamu.”

Dari percakapan tersebut, kita bisa mengambil inti bahwa Bayu peduli pada lingkungan.

4. Mengingatkan anak untuk berhati-hati menggunakan mulutnya
Lidah ibarat pedang. Jangan sampai anak anda menganggap karena mulut mereka adalah mulut mereka sendiri sehingga mereka bebas bicara apa saja. Ajarkanlah sopan santun dalam bertutur kata, dan berilah pengertian jangan sampai dari mulutnya itu seringkali menyakiti orang lain.

Ayah ibu, kehati-hatian ini tak hanya berlaku pada makna mulut secara fisik. Termasuk ketika anak berkata-kata lewat tulisan pun mereka harus berhati-hati. Jangan sampai status facebook, sms, artikel, atau cuapan mereke di twitter, memberikan makna kalau mereka tak peduli pada sekitar.

5.  Melakukan aksi berbagi secara nyata
Gambar dari www.klikmuhammadiyah.com
Bangun budaya positif di keluarga. Melakukan kerja bakti bersama pada hari Minggu setiap dua pekan sekali misalnya. Atau berkunjunglah ke panti asuhan. Ajak anak-anak  ikut serta memberikan sedekah kepada anak-anak yang kurang beruntung itu dan buat mata mereka sadar bahwa peduli kepada sesama itu adalah sebuah kewajiban. Hal itu akan menambah syukur, kapanpun dan dimanapun mereka berada. Semoga bermanfaat.

#parentingantikorupsi #GakPakeKorupsi

COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Kiat Ampuh Orangtua Menumbuhkan Kepedulian Pada Anak
Kiat Ampuh Orangtua Menumbuhkan Kepedulian Pada Anak
http://3.bp.blogspot.com/-K3S-wHqoG9k/Vlv1D6mmDOI/AAAAAAAAAts/L9SHHQ1Q56A/s400/jogja.tribunnews.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-K3S-wHqoG9k/Vlv1D6mmDOI/AAAAAAAAAts/L9SHHQ1Q56A/s72-c/jogja.tribunnews.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2015/11/kiat-ampuh-orangtua-menumbuhkan.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2015/11/kiat-ampuh-orangtua-menumbuhkan.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy