Cerpen Anak "Rahasia Kak Nai"

Cerpen ini sudah saya kirim ke majalah Ummi. Hmm namun rupanya belum berjodoh. Jadi marilah kita nikmati saja sebagai hiburan gratis...




Cerpen ini sudah saya kirim ke majalah Ummi. Hmm namun rupanya belum berjodoh. Jadi marilah kita nikmati saja sebagai hiburan gratis. Eits, meski gratis tetap ada hikmahnya lho. Dan jangan lupa yang suka cari-cari cernak buat kepentingan pribadi, harus cantumkan nama penulis dan sumbernya lho. Itu etika...ya? Apa? E t i k a ^_^


Rahasia Kak Nai

Pulang sekolah, Arin kesal sekali. Di sekolah tadi, ujian hafalan juz 30 nya tidak berlangsung lancar. Arin memperoleh nilai “jayyid” saja, tidak sampai “mumtaz”. Jayyid artinya baik, sedangkan mumtaz berarti sempurna. Padahal semalaman dia sudah mengulang-ulang hafalan hampir sampai jam 12 malam. Dia berharap ustadz Hasyim akan memberikan nilai bagus tapi ternyata saat diuji banyak yang lupa.

Setelah menggantungkan tas, Arin masuk ke kamar kakaknya yang duduk di kelas lima. Dia ingin bertanya bagaimana hasil ujiannya tadi.

“Kak Nai masih capek nggak?”

Arin menepuk lengan kaki kakaknya yang masih rebahan.

“Eh, kamu Rin! Nggak kok, kakak nggak capek. Kenapa?”

“Lagi sebel nih.” Mulut Arin manyun.

“Sebel kenapa?”

Kak Nai bangun lalu menjajari Arin.

“Masa’ nilai ujian tahfidhku tadi cuman jayyid. Harusnya kan bisa mumtaz! Kak Nai dapat nilai apa?”



“Oh, juz 29 sama 30 kakak semua dapat mumtaz alhamdulillah.”

“Tuh kan! Kenapa kak Nai bisa mumtaz tapi aku nggak?”



Mata Arin mulai berkaca-kaca. Dia sangat sedih. Karena kalau nilai jayyid itu dijadikan angka, hanya berkisar nilai 69 sampai 79. Baginya, itu nilai yang jelek karena di kelas satu dan dua dulu dia selalu dapat nilai 90 ke atas.

“Mungkin kamu kurang muroja’ah.” kata kak Nai. “Malas mengulang hafalan yang kamu punya.”

“Ah, kak Nai! Kak Nai tau kan semalam aku nggak tidur sampai malam karena mengulang-ulang hafalan. Kenapa kakak bilang aku malas?”

Air mata Arin menetes juga. Dia mengusapnya sambil menahan sebal.

“Bukan gitu maksud kakak. Tapi….”

“Udahlah! Kak Nai nyebelin!”

Sebenarnya kak Nai mau menjelaskan bahwa bukan maksudnya mau mengatai Arin malas, karena masih ada lanjutannya. Tetapi sayang Arin terlanjur marah dan meninggalkan kamarnya begitu saja. Kak Nai jadi merasa bersalah.
***

Selepas shalat maghrib berjamaah dengan ibu dan Arin, kak Nai masuk ke kamar. Seperti biasa dia merapikan mukena, lalu mengambil Al Qur’an untuk dibaca sebanyak empat halaman. Ya, kak Nai memang selalu membaca empat halaman setelah shalat wajib. Jadi dalam sehari, dia bisa menyelesaikan satu juz.

Usai membaca Al Qur’an, kak Nai membuka juz 29. Terdengar kemudian mulutnya melantunkan surat Al mulk dan surat Al Qalam sampai selesai. Sesekali ada yang salah ketika mengucapkannya, dan dia membuka sekejap Al Qur’an nya lalu ditutupnya kembali dan melanjutkan hafalan. Diciumnya Al Qur’an itu lalu dikembalikan ke tempatnya setelah hafalan selesai.

Ternyata, di balik pintu kamarnya, ada sepasang telinga yang tengah mengintai. Arin ada di sana, memerhatikan semua yang dilakukan kakaknya usai shalat maghrib. Kak Nai tidak menyadari keberadaan Arin karena memang badannya tertutup pintu. Lalu kemudian…

“Arin sedang apa di sini?” suara ibu terdengar.

“Eh, ibu. Aku…”

“Kan masuk aja kalau mau ketemu kakakmu.”

“Nggak kok, Bu. Nggak mau ketemu kak Nai. Kak Nai lagi hafalan. Kak Nai rajin banget ya.”

Mendengar suara itu, bergegas kak Nai menuju pintu dan membukanya lebih lebar. Ibu dan Arin ada di sana.

“Arin?” panggil kak Nai.

“Ng…nggak ada apa-apa kak. Aku lewat aja kok. Aku mau ke kamarku.”




Kak Nai merasa Arin sangat aneh. Dalam hatinya dia membatin, jangan-jangan adiknya itu masih marah padanya. Sampai-sampai diajak bicara olehnya saja menghindar.

“Ada apa sebenarnya, Nai?” tanya ibu.

Ibu dan kak Nai sekarang sudah duduk berdua di meja makan. Kak Nai pun menceritakan yang terjadi. Kak Nai marasa bersalah kepada Arin.

“Oh gitu.” ujar ibu.

“Aku harus bagaimana, Bu?”

“Coba kamu selesaikan masalah ini. Kamu kan sudah kelas lima. Pasti bisa diselesaikan.”

Kak Nai pun kembali ke kamar. Tangannya menengadah. Dia berdoa kepada Allah agar Arin mau bicara padanya. Usai berdoa, dia mengambil mukena dan menuju kamar Arin. Dia ingin mengajak Arin bersiap-siap shalat isya.

Di kamar, Arin masih memeluk Al Qur’annya. Arin yang masih kelas tiga itu terlihat murung. Kak Nai mendekatinya. Sungguh tak disangka, seketika itu Arin memeluk kak Nai erat sekali.

“Kak, maafin Arin ya. Arin malu sama kak Nai. Kak Nai betul. Harusnya aku sering mengulang hafalanku tiap hari. Bukan kalau mau ujian tahfidz saja.”

“Arin….” panggil Kak Nai lembut.

“Kak Nai nggak salah kok, mengatai aku malas. Aku memang malas. Nggak seperti kakak yang setiap hari rajin membaca Al Qur’an dan mengulang hafalan. Aku mau kayak kak Nai. Aku mau, kak!”

“Alhamdulillah….”

Kak Nai bernafas lega. Dia memeluk Arin juga dengan penuh kasih sayang. Dia bersyukur pada akhirnya Allah lah yang menyelesaikan masalah antara dirinya dan Arin.

“Kak Nai minta maaf ya, kalau kemarin membuat kamu marah.” kata kak Nai.

“Ya, Kak. Sama-sama.”

Arin sekarang tahu rahasia kak Nai mengapa selalu mendapat nilai mumtaz saat ujian tahfidz. Dia bertekad akan meniru kakaknya dengan mencintai Al Qur’an secara lebih tulus. Akan dibacanya kitab Allah itu setiap hari, dan mengulang surat demi surat yang sudah dia hafal setiap hari pula. Bukan hanya pada saat menjelang penilaian di asekolah saja.

Dalam hati Arin bersyukur memiliki kakak serajin kak Nai.


--SELESAI--

COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Cerpen Anak "Rahasia Kak Nai"
Cerpen Anak "Rahasia Kak Nai"
http://2.bp.blogspot.com/-SmYgSi2wsmk/VlViBumHyuI/AAAAAAAAArA/algF9_RvLr0/s320/431316_4539413036809_1209667394_n.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-SmYgSi2wsmk/VlViBumHyuI/AAAAAAAAArA/algF9_RvLr0/s72-c/431316_4539413036809_1209667394_n.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2015/11/cerpen-anak-rahasia-kak-nai.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2015/11/cerpen-anak-rahasia-kak-nai.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy