Warna-warni yang Menantang Sebagai Pengajar Al Qur’an Anak-anak

Berbahagialah para pengajar Al Qur’an. Baik dia yang mengajar di sekolah-sekolah, madrasah diniyah, Taman Pendidikan Al Qur’an, musholla, m...

Berbahagialah para pengajar Al Qur’an. Baik dia yang mengajar di sekolah-sekolah, madrasah diniyah, Taman Pendidikan Al Qur’an, musholla, masjid, ataupun di rumah. Berbahagialah karena kita yang mengajarkan Al Qur’an berarti termasuk mengamalkan Al Qur’an. Entah dalam bentuk mengajarkan membaca, hafalan, tafsir, atau menjelaskan isi dari ayat-ayat di dalam Al Qur’an.

Picture from google


“Khoirukum man ta’allamal qur’an wa ‘allamahu”
Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya.

Masya Allah, berbahagialah wahai muslim muslimah yang mengajarkan ilmu Al Qur’an. Janganlah merasa berat, jangan pula merasa ragu tak akan hidup bahagia bila terlalu semangat mengajarkan ilmu Al Qur’an. Keberkahan yang banyak insya Allah akan menghampiri kita manakala bisa ikhlas mengamalkan.

Anda mengajarkan membaca atau hafalan kepada anak-anak usia TK dan SD? Adakah tantangannya? Jelas ada. Kali ini saya ingin berbagi tantangan-tantangan yang biasa saya temui selama mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak. Mungkin saja, kita punya pengalaman yang sama untuk didiskusikan.

Tantangan untuk mengkondisikan anak-anak sebelum belajar
 

Di sekolah maupun di rumah, karakter anak-anak selalu berbeda-beda. Untuk menunjang pembelajaran yang tenang dan mencapai target, pengkondisian ini menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Rasanya akan susah mengajarkan anak untuk baca Al Qur’an kalau hatinya masih lari ke mana-mana meski fisiknya sudah berada di depan kita, gurunya. Pandai-pandailah mempelajari karakter si anak agar mudah menentukan cara yang tepat untuk mengkondisikannya.

Ingat, dalam belajar Al Qur’an, anak tak harus melulu diam. Setidaknya, kenalilah kapan hatinya sudah siap belajar, atau belum.

Tantangan menanamkan kecintaan terhadap Al Qur’an


Al Qur’an itu akan terus dibawa anak sepanjang hayatnya. Namun, hal itu tak akan melekat bila kita sebagai pengajar belum bisa menanamkan kecintaan itu kepada mereka.

Mereka membaca Al Qur’an tiap hari namun hanya untuk menaati kedua orangtua atau guru semata. Mereka menghafal setiap saat namun hal itu dilakukan karena takut kena marah dari sang ayah, dan lain-lain. Ini menandakan mereka belum cinta dengan Al Qur’an.

Cobalah memberikan kisah motivasi kepada anak-anak seputar dunia Al Qur’an. Bisa diajarkan dengan dongeng, lagu, ataupun games. Kalau perlu, sesekali ajaklah anak-anak untuk bermuhasabah (merenung) tentang ayat-ayat Al Qur’an yang mendekatkan cintanya kepada Al Qur’an, Allah, dan RasulNya.

Tantangan dalam mengelola emosi saat anak-anak susah diajak bekerjasama

Saya pernah sampai menangis di kamar mandi sekolah karena beberapa anak yang sudah kelas lima belum bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. Kebetulan saat itu saya kebagian dapat kelas C. kelas yang paling lambat.



Kalau mereka mau untuk tenang, duduk manis barang sebentar sambil terus berlatih memperbaiki bacaan, mungkin saya tidak akan sedih. Namun mereka seringkali melakukan hal yang acuh tak acuh. Bermain sendiri, mengajak ngobrol temannya, dan tak jarang membawa makanan saat pelajaran berlangsung.
Saat itu saya ingin marah. Namun tak bisa sehingga yang keluar adalah air mata. Saya merasa belum bisa mengkondisikan mereka. Saya merasa belum bisa menanamkan kecintaan mereka terhadap Al Qur’an.

Ya, itu dulu. Kurang lebih tiga tahun lalu. Sekarang saya belajar lebih sabar dan kreatif mencari cara untuk anak-anak, terutama mereka yang kuelitas bacaan Al Qur’annya masih kurang. Mereka membutuhkan perhatian khusus.

Tantangan untuk kreatif terhadap metode

Wahai pengajar Al Qur’an, tak ada metode yang bisa disamakan untuk diterapkan kepada semua anak. Sebagian anak mungkin cocok dengan metode qiroaty dalam belajar membaca, namun sebagian yang lain lebih cocok dengan metode ummi atau a ba ta tsa.

Kunci kesuksesan pengajarannya bukan pada “nama” metodenya. Namun pada kreatifitas kita dalam mengajarkan.

Contoh kecil, anak anak yang memiliki kecepatan luar biasa dalam menghafal, tentu dia akan menghafal banyak-banyak meski target yang diberikan gurunya hanya sekian ayat. Biarkan, jangan dilarang. Jangan samakan dengan anak-anak yang kecepatan menghafalnya berada di bawahnya.

Tantangan pada keterbatasan tenaga

Saat fisik telah lelah, tak jarang kita ingin rehat. Istirahat sejenak untuk melepas kecapaian. Jika rasa lelah ini menyerang saat kita harus “bertarung”, ada dua hal yang bisa kita pilih. Jika merasa masih mampu mengajarkan meski dengan lelah, tetaplah lakukan dengan sepenuh hati. Jika sudah tak kuat dan butuh rehat, tangguhkanlah kegiatan mengajar. Fisik kita perlu diperhatikan juga. Maka, pandai-pandailah menjaga kesehatan dengan makan asupan makanan yang halalan thoyyiban, dan cukup istirahat.

Tantangan menghindari riya’

Banyak-banyaklah beristighfar saat pencapaian target bisa kita lampaui untuk anak-anak yang kita ajar. Janganlah berbesar hati. Karena sesungguhnya, pencapaian itu tak  pernah lepas dari kekuatan dari Allah SWT. Laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Andai anak-anak anda di rumah berhasil membaca Al Qur’an dari tangan anda sendiri, tetaplah jaga kerendahan hati. Jangan tunjukkan kehebatan anda kepada orangtua lain yang belum berhasil seperti anda. Jangan pula menginginkan pujian dari walimurid andai anda berhasil membuat anak-anak memiliki hafalan yang banyak, dengan bacaan yang sudah tartil pula.


COMMENTS

BLOGGER: 4
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Warna-warni yang Menantang Sebagai Pengajar Al Qur’an Anak-anak
Warna-warni yang Menantang Sebagai Pengajar Al Qur’an Anak-anak
http://4.bp.blogspot.com/-B_M2B0ICoSM/Vfe7Z66s6kI/AAAAAAAAAo4/jwZa7hVScIA/s1600/alquran.png
http://4.bp.blogspot.com/-B_M2B0ICoSM/Vfe7Z66s6kI/AAAAAAAAAo4/jwZa7hVScIA/s72-c/alquran.png
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2015/09/warna-warni-yang-menantang-sebagai.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2015/09/warna-warni-yang-menantang-sebagai.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy