Penilaian orang lain, perlukah?

Kita hidup tidak sendiri. Kita sering bersinggungan dengan banyak orang, sebagai bukti bahwa kita adalah makhluk sosial. Tak mungkin segala apa yang kita inginkan, mampu kita gapai dengan usaha kita saja. Bagi seorang wanita pada era yang makin banyak persaingan dunia, saat ini beragam profesi bisa digeluti. Bisa ditekuni. Bisa dinikmati. Pun profesi sebagai ibu rumah tangga yang menjadi fitrahnya seorang wanita, dari langit.

Kita hidup tidak sendiri. Kita sering bersinggungan dengan banyak orang, sebagai bukti bahwa kita adalah makhluk sosial. Tak mungkin segala apa yang kita inginkan, mampu kita gapai dengan usaha kita saja.

Bagi seorang wanita pada era yang makin banyak persaingan dunia, saat ini beragam profesi bisa digeluti. Bisa ditekuni. Bisa dinikmati. Pun profesi sebagai ibu rumah tangga yang menjadi fitrahnya seorang wanita, dari langit.

Banyak di antara kita yang kurang mantap menjalani hari. Sudah memilih jalan A, tetapi seperti ada yang mengganjal. Mata kita melirik kanan-kiri, jantung berdegup kencang, takut salah, takut dikatakan nggak keren, atau takut direndahkan. Semua itu muara alasannya jelas satu, yakni, penilaian orang lain.

Dari dulu saya suka menulis.Dari kecil, Sekolah Dasar dan SMP, saya sangat senang menulis. SMA pun tetap menulis. Saat kuliah juga iya. Hanya saja, proses menulis saya dibuktikan ke media setelah saya menikah. Dulu saya menjadi seorang ibu rumah tangga yang full time at home. Saya bebas melakukan apapun sesuka hati, menjalankan hobi, mengurus rumah dan anak, melayani suami, semua bebas dan tidak terikat dengan aturan orang lain. Dan tentu, aturan agama tetap menjadi hal yang harus diindahkan.

Saya bersama dua putri, Nahla dan Amira, dengan MBak Eno, blogger yang sedang membawa buku Change Your Habits.

Itu tiga tahun lalu. Sekarang, setiap hari saya mengajar di sebuah SD. Saya mengajar hafalan Quran dan baca tulis al Quran. Meski begitu, aktifitas menulis saya tetap jalan. Dan sungguh tak disangka, sekarang, buku saya yang sudah terbit ada tiga buah. Buku motivasi Change Your Habits, Kenali Bakatmu Lejitkan Potensimu, dan buku keuangan Gaji Sebulan Habis Sehari. Dan Insya Allah, tahun ini akan ada dua yang terbit.


Menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir, tak akan pernah lepas dengan yang namanya penilaian orang lain. Entah itu penilaian dalam kinerja kita, atau hal-hal lain yang tampak oleh mereka. Dan orang lain, akan menilai sesuai cara pandang mereka. Makanya tak perlu kaget bila kadang, kita melakukan hal yang membuat kita bahagia dan kita rasa fine-fine saja, tetapi dianggap sangat nelongso dan mereka ingin mengasihani kita. Itu karena mereka melihat dengan cara pandang mereka.

Pernahkah anda merasa terganggu dengan penilaian orang lain sehingga anda maju mundur melakukan apa yang anda suka? Saya pernah. Tetapi, saya kemudian sadar, bahwa penilaian orang lain itu tidak serta merta mengharuskan kita berubah.

Pernah ada yang bilang begini:
"Ngapain ikutan pelatihan bisnis sih kamu. Kamu kan udah jadi penulis. Nggak cocok!"
Saya hanya senyum, lalu menjawab "Oh gitu ya." dan saya tetap mengikuti pelatihan bisnis itu.
Kenapa, karena saya punya alasan. Dia mungkin menilai saya dari segi tidak cocoknya seorang penulis mengikuti pelatihan bisnis. Mungkin saya cocoknya mengadakan pelatihan menulis, lalu menulis buku sebanyak mungkin.

Tetapi, apakah dia tahu isi hati saya? Apakah dia tahu apa visi misi saya dalam hidup. Ia hanya mengomentari yang terlihat. Sehingga saya pun berusaha bijak menghadapinya. Padahal kalau mau, saya ingin mengatakan bahwa pelatihan bisnis itu bukan untuk semata-mata orang yang akan menjalankan bisnis secara arti sempit seperti pedagang, pengusaha, dll. Tetapi, pelatihan bisnis itu juga bermanfaat lho bagi penulis. Apalagi buat penulis seperti saya yang emang sukanya cari ilmu, apapun bisa jadi bahan tulisan. Ikut ini itu, ujung-ujungnya jadi tulisan yang bermanfaat. Ya kan? Karena saya seorang penulis. Nah, si dia tadi, tentu tak memahami jalan pikiran saya bukan? Hehe.

Bagaimana dengan anda? Masihkah galau dengan penilaian orang?
Penilaian orang itu diperlukan, jika:

1. Bisa membuatmu lebih baik

    Teliti penilaiannya. Telaah dengan baik, apakah penilaian orang lain itu hanya membuatmu terganggu saja, atau memang bisa jadi saran atau masukan yang baik. Bila memang penilaian itu lebih kepada saran, dan itu baik untukmu, itu perlu dipertimbangkan. Jangan diabaikan.

2. Berasal dari orang baik, yang berilmu

    Banyak orang suka ceplas-ceplos menilai. Kau jangan terlalu sensitif dengan orang seperti itu. Karena memang hobinya bicara. Apa saja, akan menjadi hal yang menarik untuk dikomentarinya. Misal saja kita sering terlambat datang ke tempat kerja. Lalu karena kita ingin berubah, pada suatu hari kita gembira karena bisa hadir sebelum jam kerja. Lalu, ada orang yang mengatakan: "Tumben nggak telat." yang biasanya ketika kita telat, dia bilang "Telat lagi, telat lagi."
  Orang baik yang memiliki ilmu, akan menyampaikan penilaiannya secara bijak. Dia tidak ceplas ceplos, dan menilai dengan dasar. Pandailah memiliki teman yang begini.

Lika-liku dunia rumah tangga dan dunia kerja itu akan selalu ada. Dan penilaian, akan selalu ada, sampai kapanpun. Mari bijak, mari tetap tekuni apa yang sudah kita niatkan.

COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Penilaian orang lain, perlukah?
Penilaian orang lain, perlukah?
Kita hidup tidak sendiri. Kita sering bersinggungan dengan banyak orang, sebagai bukti bahwa kita adalah makhluk sosial. Tak mungkin segala apa yang kita inginkan, mampu kita gapai dengan usaha kita saja. Bagi seorang wanita pada era yang makin banyak persaingan dunia, saat ini beragam profesi bisa digeluti. Bisa ditekuni. Bisa dinikmati. Pun profesi sebagai ibu rumah tangga yang menjadi fitrahnya seorang wanita, dari langit.
http://3.bp.blogspot.com/-2VtxHN9ksJY/VKyoIfLKGpI/AAAAAAAAAeI/bgPiw_j16OY/s1600/10303809_10204551373118032_4486996292656500301_n.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-2VtxHN9ksJY/VKyoIfLKGpI/AAAAAAAAAeI/bgPiw_j16OY/s72-c/10303809_10204551373118032_4486996292656500301_n.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2015/01/penilaian-orang-lain-perlukah.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2015/01/penilaian-orang-lain-perlukah.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy