Orangtua Kandung Dan Mertua

Orangtua adalah sosok istimewa nan berharga. Kandung, ataupun lainnya. Saudaraku, tidak sedikit pasangan suami istri yang gagal membina ...

Orangtua adalah sosok istimewa nan berharga. Kandung, ataupun lainnya.

Saudaraku, tidak sedikit pasangan suami istri yang gagal membina hubungan harmonis dengan kedua orangtua mereka. Banyak juga yang tidak tahu caranya menyambung tali kasih kepada mertuanya, sehingga seringkali banyak terjadi hubungan yang menjauh selepas berumahtangga.

Orangtua kandung adalah mereka yang melahirkan dan sudah mendidik kita hingga sedewasa ini (Atau setua ini?). Kewajiban untuk berbakti kepada mereka, tentu tak akan pernah terputus. Bukankah ridho Allah terletak pada ridho kedua orangtua? Bukankah, kemurkaan Allah juga terletak pada kemurkaan orangtua?

Tak hanya ketika mereka masih ada di dunia, bukan? Bahkan saat mereka sudah meninggal pun kita dianjurkan untuk mendoakan untuk kebaikan mereka. Semoga amal ibadah mereka diterima, serta diampuni segala dosa. Dan, inilah yang selalu saya lakukan untuk ayah ibu kandung saya. Mereka telah tiada jauh sebelum saya baligh.
image from: www.albastari.blogspot.com

Bagaimana dengan mertua? Mertua pun orangtua kita, meski mereka bukan orang yang melahirkan dan mendidik kita. Meski mereka bukan pasangan yang telah menyekolahkan kita, rela berpeluh keringat demi mencari sesuap nasi untuk kita sarapan setiap pagi. Namun, sekarang kita hidup dengan siapa? Kita hidup dengan anak mereka. Kita tengah membuat jembatan. Jembatan ukhuwah yang menyambung dua keluarga besar.


Coba kita tilik kondisi rumahtangga kita, saudara dan saudariku. Alangkah lebih baiknya bila hal ini menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai kita mudah melupakan jasa-jasa orangtua kita sendiri setelah berumahtangga. Karena, acap kali manusia lupa setelah menemukan kesuksesan berkarir, suami/ istri yang sesuai idaman hati, juga anak-anak yang menyejukkan hati.

Konten dari “melupakan” ini tak sekadar lupa saja. Acuh tak acuh terhadap kondisi lahir dan batin mereka, mudah menyepelekan saran dari mereka, tidak memperhatikan kebutuhan mereka, dan lain-lain termasuk tidak mengijinkan mereka bertemu dengan cucu mereka (anak-anak kita). Sungguh, jangan sampai kita sekejam itu.

Mereka bahagia melihat kita sukses dengan keluarga yang harmonis dalam sebuah istana yang telah berdiri megah nan indah. Mereka rela berjauhan dengan kita sementara air mata mereka sembunyikan dalam balutan rasa sesak di dalam hati. Semoga hati kita tergerak untuk menghindarkan diri dari rasa untuk melupakan mereka.

Kepada mertua pun, cobalah untuk bersabar, untuk memahami apa yang diinginkan beliau. Ia sudah rela pula anaknya menjadi pasangan kita. Kalau kita seorang istri, berarti beliau sudah dengan ikhlas anaknya mencari penghasilan untuk kita dan anak-anaknya. Ia pun tak akan protes manakala si anak lelaki hanya memberikan sedikit dari gajinya karena sebagian besar harus digunakan untuk kebutuhan rumah tangga bersama kita.

Bila memang banyak hal-hal yang membuat kita jengkel, cobalah banyak bersabar. Jangan sampai kita benci lantaran mertua sering datang ke rumah kita. Mereka datang ingin melihat apakah kita sehat atau ada sesuatu yang bisa mereka bantu. Mereka ingin melihat cucu-cucu mereka yang semakin beranjak besar. Coba perhatikan. Mereka tentu tak pernah dengan tangan hampa datang ke rumah kita. Apapun, mereka berusaha membawa buah tangan meski kita tak meminta.

Rasanya sedih bila melihat ada di kanan kiri yang kurang memahami bab ini. Berumahtangga itu bukan perkara kita dan pasangan saja. Melainkan di tengah-tengah kita ada orangtua, mertua, juga keluarga besar. Mari pintar-pintar menyikapinya dengan bijak. Jangan sampai kita dan pasangan kabur dari rumah lantaran tidak betah dengan “cekcok” tiap hari antara kita dan orangtua/ mertua.

Kalau memang ada yang perlu diselesaikan, selesaikanlah dengan kepala dingin. Janganlah mudah tersulut emosi untuk semua hal, termasuk penyikapan permasalahan dalam berumahtangga. Baik orangtua kandung, mertua, adalah orangtua kita.

------------------------------------------+++---------------------------------------------

Pesan untuk para suami:”Posisikanlah diri anda sebagai pemimpin dalam rumahtangga. Bimbinglah istri dan anak-anak anda untuk mencintai kakek nenek dari anda dan istri anda.”

Pesan untuk para istri:
“Posisikanlah diri anda sebagai ibu sekaligus manajer yang handal bagi suami anda. Didiklah anak-anak anda untuk mencintai keluarga besar. Ingatkan suami untuk selalu mengingat dan mencintai orangtuanya.”

COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Orangtua Kandung Dan Mertua
Orangtua Kandung Dan Mertua
http://1.bp.blogspot.com/-ptKwkwwUZ0c/U9rxI6ClVBI/AAAAAAAAAbI/XHVOUSqdlX0/s1600/ORTU.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-ptKwkwwUZ0c/U9rxI6ClVBI/AAAAAAAAAbI/XHVOUSqdlX0/s72-c/ORTU.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2014/08/orangtua-kandung-dan-mertua.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2014/08/orangtua-kandung-dan-mertua.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy