Penggembala Puisi : Cerpen Anak

Hari ini, kembali saya posting cernak. Selamat membaca semuanya! Jangan lupa tinggalkan komen ya kalau sudah berkunjung ke blog saya. Terima...

Hari ini, kembali saya posting cernak. Selamat membaca semuanya! Jangan lupa tinggalkan komen ya kalau sudah berkunjung ke blog saya. Terima Kasih.


Penggembala Puisi

    Belum kapok juga si Fatih. Berpuluh-puluh kali ikut lomba puisi dan belum pernah menang, ia tetap gigih mencari peluang. Padahal, kebanyakan teman banyak yang mencibirnya.
    Tapi, bukan Fatih namanya kalau ia jera hanya karena ucapan. Buktinya, untuk kesekian kalinya ia kembali mendaftar dalam sebuah lomba deklamasi puisi anak SD.
    “Nggak bakalan menang deh kamu!”
    “Nggak bakat kamu, Tih. Mending cari makan buat kambing kamu aja sana! Kasihan Emak kamu!”
    “Udahlah...anak kumuh bin miskin kayak kamu nggak akan pernah dapat keberuntungan!”
    Beno and the gank terus mematahkan semangat Fatih. Fatih memang anak miskin yang ibunya hanya pencari kayu dan penggembala kambing milik Pak Kaji Amin.
    “Aku akan tunjukkan sama kalian semua kalau aku juga bisa menang!” ucap Fatih mantap. Mereka malah menyoraki Fatih dengan nada mengejek.
    “Kalau berani, ayo di antara kalian ada yang ikut juga!” tantang Fatih.
    “Eeh...ngancem kita! Oke, siapa takut?!”

    Terjadilah kesepakatan antara mereka berdua. Pada lomba yang diadakan kecamatan lusa, Beno akan ikut unjuk gigi. Fatih dengan penuh emosi membuka-buka kembali puisi-puisinya yang pernah ia baca, tetapi tak ada yang sesuai dengan hatinya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat puisi yang baru, bersamaan dengan rasa hatinya yang masih tak terima dengan perkataan Beno dan teman-temannya.

    “Nak, lusa tolong gantikan Ibu menggembala ya. Ibu dimintai tolong Bu Risma untuk memasak di rumahnya. Ada anaknya yang ulang tahun.” Ibu mendekati Fatih yang masih fokus merangkai kata. Ia menoleh, bingung harus berkata apa.
    “Sore ya, Bu?”
    Ibu mengangguk. Diapun tak bisa menolak. Sekarang ia harus mencari cara supaya tetap bisa menggembala dan mengikuti lomba.
    Sebuah ide cemerlang pun muncul. Keesokan harinya ia menuju kantor Kecamatan menemui panitia lomba. Ia seharusnya maju pada urutan nomor lima, minta diundurkan sampai nomor sepuluh. Ia ceritakan kendala apa yang dihadapi, meski dengan rasa khawatir tidak akan dikabulkan oleh panitia.
    Dan benarlah, panitia tak memberi keringanan untuk Fatih. Ia tetap harus maju pada nomor lima, jika tidak datang akan didiskualifikasi.
    ***
    Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Adzan ashar berkumandang, Fatih langsung menunaikan shalat. Ibu sudah berangkat ke rumah Bu Risma setengah jam lalu. Sedikitpun ia tak tega meminta bantuan Ibu agar tidak diberi tugas menggembala. Tapi kalau bukan dia, siapa lagi? Batinnya berkecamuk.

    Sambil menggiring kambing-kambing itu keluar dari kandang, ia menghayati ulang puisinya. Seperempat jam lagi lomba akan dimulai dan dirinya masih bau keringat juga bau kambing. Belum ada ide yang bisa ia lakukan. Tak mungkin kalau kambing-kambing itu ditinggalkan begitu saja.
    “Fatiiih!”
    Seorang anak bertubuh gendut memanggil namanya dari kejauhan. Mulutnya penuh dengan makanan dan pakaiannya basah keringat tak karuan. Itu Dino!
    “Ada apa, Din?” tanya Fatih.
    “Kamu ikut lomba puisi kan? Sekarang sudah nomor urut empat! Kamu nomor berapa?”
    Fatih tak semangat. “Ya, aku ikut, Din. Nomor lima. Tapi aku nggak bisa datang. Aku harus menggantikan Ibu menggembalakan kambing.”
    “Aaah...kamu ini bagaimana? Kamu kan harus tanding sama Beno! Kamu kan ingin membuktikan kalau kamu bisa menang.”
    “Tapi mau gimana lagi? Aku nggak bisa ijin ke Ibu. Kasihan Ibu...”
    “Sudah sana kamu ke Kecamatan ikutan lomba. Biar kambing-kambing ini aku yang urus!”
    “Beneran? Makasih ya, Din.”
    Secepak kilat Fatih berlari. Ia ambil sepeda ke rumah lalu mengayuh sekencang-kencangnya.
    Nomornya sudah dipanggil dua kali. Satu kali lagi ia tak datang, maka gugur.
    “Nggak ada Pak!” teriak penonton.
    “Ada Paaak!”. penonton menoleh semua ke arah Fatih.
    Fatih terengah-engah di sela-sela nafasnya. Ia langsung naik ke atas panggung dan menatap semua yang hadir. Ia pejamkan mata, mengatur nafasnya, dan menenangkan diri. Wajah Beno dan teman-temannya menari-nari di pelupuk mata. Mulailah ia berpuisi.
    Riuh ramai tepukan tangan bersorak begitu ia menutup puisinya.
    “Dan juara satu diperoleh oleh nomor urut...lima!” ucap sang MC di penghujung acara.
    Fatih tak memercayai apa yang ia dengar. Tangisnya pecah disusul sujud syukur yang ia panjatkan. Ia kembali naik panggung untuk menerima hadiah dan piagam penghargaan.
    Akhirnya, setelah sekian lama menggembalakan puisi, kini jawaban itu datang. Tak sabar Fatih ingin menyampaikan kabar gembira itu pada Ibunya.
    Beno makin geram dengan Fatih. Fatih tak peduli. Ia tahu, ia harus semangat berusaha untuk meraih kemenangan.
--Selesai--

COMMENTS

BLOGGER: 4
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Penggembala Puisi : Cerpen Anak
Penggembala Puisi : Cerpen Anak
http://4.bp.blogspot.com/-e_v0Ix84NQI/UuGhhctV_XI/AAAAAAAAAV4/8k3MUNRfIKE/s1600/kambing.jpg
http://4.bp.blogspot.com/-e_v0Ix84NQI/UuGhhctV_XI/AAAAAAAAAV4/8k3MUNRfIKE/s72-c/kambing.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2014/01/penggembala-puisi-cerpen-anak.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2014/01/penggembala-puisi-cerpen-anak.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy