Alya, Kamu Pasti Bisa: Cerpen Anak

Kriteria menulis naskah ke kompas anak sudah dibaca kan? Ini dia cerpen yang tertolak itu. Setelah saya baca ulang, cerpen ini memang memi...

Kriteria menulis naskah ke kompas anak sudah dibaca kan? Ini dia cerpen yang tertolak itu. Setelah saya baca ulang, cerpen ini memang memiliki gaya bahasa yang amat sangat dewasa. Cocoknya untuk bahasa cerpen dewasa seperti untuk majalah ummi, kartini, femina, dan lainnya. Kawan-kawan juga boleh memberi masukan tentang cerpen ini.

But tenang aja. Meski udah ditolak, tetap bisa dinikmati. Hehehe. Selamat membaca :)


Alya, Kamu Pasti Bisa!

    Aku terus membuntuti Alya ke kamar mandi. Aku tahu dia sedih karena tidak dipilih sekolah untuk mengikuti lomba baca puisi. Ia merasa mampu. Tapi lagi-lagi yang dipilih Pak Ja’far adalah Karin.
    “Udahlah, Mit! Aku mungkin emang nggak pantas. Aku nggak akan nangis lagi...” katanya selepas keluar dari kamar mandi. Matanya sembab.
    “Jangan begitu. Aku akan cari cara supaya kamu juga bisa mewakili sekolah.” ujarku.
    “Cara yang bagaimana, Mit? Pak Ja’far nggak suka sama aku. Sekolah ini nggak bangga sama aku!”
    Alya pergi meninggalkanku. Aku tahu ia sangat kecewa atas keputusan itu.
    Sepenuhnya memang bukan salah pihak sekolah. Menurutku, kemampuan Alya bagus tetapi ia kurang memperlihatkannya di depan guru-guru atau teman sekelasnya. Bahkan saat audisi kemarin, ia tak mau ikut mendeklamasikan puisi. Ia hanya menulis puisi tanpa membacakannya di depan banyak orang. Tentu saja sekolah lebih yakin kepada Karin yang sudah seringkali mengikuti perlombaan.

    “Tetapi, kasihan juga Alya. Mungkin dia terlalu malu untuk membuka diri.” kataku dalam hati. “Aku harus membantunya.”
    Pak Ja’far adalah guru di SD Permata yang mengurusi segala macam lomba. Kuberanikan diri menemuinya untuk membicarakan masalah Alya. Kukatakan sejujurnya bahwa Alya ingin sekali mewakili sekolah dalam lomba baca puisi.
    Pak Ja’far mengerutkan dahi. Aku sangat berharap ia mau menanggapi.
    “Begini, Mita. Bapak tahu keinginan Alya itu. Tetapi, kami dari pihak sekolah belum pernah melihat kemampuannya dalam membacakan puisi. Kemarin kan kami sudah mengadakan pemilihan mengenai siapa yang mewakili sekolah, tetapi Alya juga tidak unjuk gigi...sampai akhirnya tadi kami memtutuskan bahwa Karin lah yang akan maju.” kata Pak Ja’far menjelaskan.
    “Itu Alya Karin terlalu malu, Pak...”
    “Maka dari itu, kami tidak bisa menunjuk anak yang pemalu dalam ajang ini. Masa’ mau lomba baca puisi kok tidak berani tampil...apa yang bisa  disaksikan penonton nantinya?”
    Aku mengangguk. Benar juga apa yang dikatakan Pak Ja’far.
    “Kalau Bapak sudah melihat kemampuannya dan dia pantas mewakili sekolah, apakah Karin bisa digantikan?” tanyaku.
    “Kalau memang lebih bagus dari Karin, kenapa tidak? Lomba masih tiga minggu lagi. Jadi masih ada persiapan untuk latihan...”
    PR besar! Aku harus menyemangati Alya sekarang.

    Siang hari saat kami selesai mengerjakan tugas Matematika, kusampaikan apa yang tadi dikatakan Pak Ja’far. Dia bilang sangat malu untuk tampil di depan banyak orang. Aku terus menyemangatinya bahwa Alya bisa membuktikan bakatnya.
    “Ayolah, Alya! Kamu pasti bisa! Bagaimana kamu bisa mewakili sekolah kalau tampil di depan teman-teman sendiri saja malu? Kalau tampil mewakili sekolah ke luar itu akan semakin banyak yang menonton. Kamu tau nggak?” semangatku berapi-api.
    Aku sebal kalau ia sama sekali tak mau mencoba. Ini kan untuk kebaikannya.
    “Baiklah, Mit. Aku akan mencoba.”
    Keesokan harinya, kuantar Alya bertemu Pak Ja’far. Awalnya ia gugup. Ia diam beberapa menit sambil memandang bergantian ke arahku dan Pak Ja’far. Aku pun berusaha meyakinkannya. Hingga ia pun kemudian siap.
    Bait demi bait ia baca dengan penghayatan yang tinggi. Mimik wajahnya berubah-ubah seiring kalimat yang terucap. Oh, Alya memang berbakat. Kenapa tidak dari dulu ia pertontonkan kemampuannya itu? Kenapa baru sekarang?
    Pak Ja’far sangat terpana. Ia sampai menitikan air mata saat Alya membacakan bait-bait sedih. Ia bertepuk tangan sendiri begitu Alya selesai. Aku pun jua.
    “Baiklah, Alya. Kamu bisa mewakili sekolah dalam ajang lomba puisi besok.” kata Pak Ja’far.
    “Benarkah, Pak?” tanyanya girang.
    Aku sangat senang mendengarnya. Alya memelukku erat sekali. Ia hampir menangis karena tak percaya dengan apa yang Pak Ja’far katakan.
    “Ya, berlatihlah lebih giat.”
    Aku dan Alya makin semangat. Tiga minggu kemudian, ia pun mengikuti lomba itu dan berhasil menyandang juara satu untuk tingkat SD se Kecamatan. Semakin banggalah ia. Alya bertekad untuk terus belajar dan mengembangkan bakatnya. Sekolah ini turut bangga kepada Alya.
    “Dukung aku terus ya, Mit!” sambil memegang erat pialanya ia berucap.
    “Pasti, Al...”
    Kamu adalah sahabatku, Alya. Jika kamu senang, maka aku pun senang. Percayalah, kamu bisa raih apa yang kamu inginkan.


--Selesai--


    

COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Alya, Kamu Pasti Bisa: Cerpen Anak
Alya, Kamu Pasti Bisa: Cerpen Anak
http://2.bp.blogspot.com/-So4JnpPLGWg/UuhZs9psx6I/AAAAAAAAAXA/WappSwRzUAY/s1600/bee.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-So4JnpPLGWg/UuhZs9psx6I/AAAAAAAAAXA/WappSwRzUAY/s72-c/bee.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2014/01/alya-kamu-pasti-bisa-cerpen-anak.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2014/01/alya-kamu-pasti-bisa-cerpen-anak.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy