Rumput Tetangga Tak Lebih Hijau

     Rupanya masih banyak juga perempuan yang sudah berkeluarga menganggap rumah tangga orang lain selalu lebih nyaman dari yang dirasakan o...

     Rupanya masih banyak juga perempuan yang sudah berkeluarga menganggap rumah tangga orang lain selalu lebih nyaman dari yang dirasakan oleh mereka. Di mata para perempuan itu, rumah tangganya tak ubah hanyalah sebuah neraka dunia yang mengerikan karena kesulitan-kesulitan yang dialaminya. Contoh kecil saja soal pasangan. Masih banyak perempuan yang sudah menyandang gelar istri itu mengatakan bahwa ia tak seberuntung temannya yang memiliki suami seorang pejabat. Atau mungkin suami temannya bukan pejabat namun berlimpah harta karena warisan, atau mungkin hal yang lainnya seperti banyak anak juga keharmonisan.
     Beberapa teman saya sempat saling mengobrolkan pasangan masing-masing.
     “Suamiku itu lho...kalau udah pulang kerja pasti senengnya cuman di depan tivi. Emang nggak mikirin apa istrinya lama nunggu dia pulang kerja. Eh malah dicuekin!”
     “Mending kalau suami gitu. Suamiku...ngasih jatah belanja cuma....” sambil menyebutkan nominal yang menurutnya sedikit. Padahal bagi saya sudah lebih dari cukup.
     “Itu sih banyak Jeng. Suamiku ngasih jatah ngepas banget sampai aku nggak bisa ngegunain uang itu buat keperluanku...semua habis buat urusan rumah...”
     Dan, bla bla bla. Satu demi satu saling “mengunggulkan” kekurangan pasangannya.
     Pernahkah terpikir bahwa pasangan yang kita miliki sekarang adalah pilihan kita dulu? Lelaki yang sekarang menjadi pendamping kita adalah sosok yang sangat berharga dan harus kita hormati dimanapun? Rasanya tak pantas jika kemudian kita para istri saling mengumbar kekurangan suami kita kepada orang lain. Itu bukan wujud menghormati. Padahal, salah satu kiat menjaga keharmonisan rumah tangga yaitu saling menutupi kekurangan pasangan. Biarlah itu menjadi rahasia kedua belah pihak (suami-istri). Jangan sampai kemudian terjadi saling menyalahkan karena satu sama lain mengumbar kekurangan kepada orang lain.
     Itu baru soal pasangan. Belum lagi jika membicarakan spesifikasi tentang kekayaan. Perempuan nyaris rawan dalam hal ini. Melihat rumah tangga lain memiliki kendaraan baru, kita ngiler. Melihat pasangan lain liburan ke luar negeri, kita meriang. Melihat anak-anak pasangan lain mendapatkan hadiah laptop karena mendapat peringkat satu, kita pingsan. Kita seperti tak kuat dengan kenyataan bahwa belum bisa seperti mereka. Padahal apa makna itu semua? Persoalan harta yang dimiliki keluarga lain bukanlah persoalan kita. Jangan sampai kita para istri dibutakan mata hatinya melihat semua yang terjadi. Ingatlah, rumput tetangga selalu terlihat hijau dalam pandangan. Namun sejatinya tidak. Dalam setiap rumah tangga, selalu ada perjalanan yang tak mulus. Di sana akan selalu melewati berbagai macam tantangan dan kendala.
     Bisa jadi saat kita melihat keluarga lain terasa lebih nyaman, lebih kaya, lebih harmonis, atau lebih yang lainnya, itu hanya menjadi pandangan luar saja. Kita tak melihat bagaimana sesungguhnya yang terjadi di dalamnya. Kita tak tahu kalau mungkin, meski mereka kaya, keharmonisan kurang. Meski rumah mereka besar, ternyata anak-anak mereka tak betah karena orangtunya sering keluar rumah dan tak memperhatikan mereka. Bagaimana dengan keluarga kita? Tiliklah kelebihan-kelebihan yang ada dalam keluarga mungil yang kita bangun, wahai para perempuan!
     Coba kita kembali pada percakapan teman-teman saya di atas. Saat itu saya melihat dari luar bahwa mereka sangat enjoy dengan kehidupan rumah tangga yang dijalani. Harta cukup, suami juga kaya. Tapi ternyata apa yang saya sangkakan kurang betul juga. Dengan lancarnya mereka menyampaikan apa yang menjadi ketidakpuasan terhadap pasangan. Hal itu membuat saya semakin sadar bahwa apa yang nampak dari luar tidak 100% benar. Tak mungkin sebuah rumah tangga hanya mengalami masa kesenangan saja tanpa diseimbangkan dengan perjuangan.
     Ada beberapa tips supaya kita terhidar dari iri yang tak benar ini.
     Pertama, ingatlah selalu kebahagiaan yang kita rasakan di rumah. Entah itu kebahagiaan terhadap harta yang dimiliki, anak-anak, suami, atau mungkin hangatnya keluarga besar saat membersamai kita.
     Kedua, jangan berlebihan menilai rumah tangga seseorang. Baik apa yang menurut kita sebuah kesenangan, atau mungkin sebuah kesusahan.
     Ketiga, menjauhkan diri dari obrolan-obrolan yang memancing rasa iri kita. Boleh lah kita ikut dalam perbincangan itu. Namun jadilah pihak yang netral. Akan lebih baik kalau kita bisa menjadi perempuan yang menetralkan suasana. Misalnya saat teman-teman memperbincangkan kekurangan suami mereka, kita bisa masuk dengan mengatakan “Hayo...kalau kita udah bisa menyebutkan hal yang membuat kita sebel...sekarang berlomba-lomba yuk menyebutkan keistimewaan suami kita. Kalau ada yang bikin sebel, tentunya jauh lebih banyak dong hal-hal yang membuat kita seneng...coba inget-inget masa pengantin baru...?” Nah, dengan begitu kita bisa mengubah alur pembicaraan.
     Keempat, rajinlah baca buku tentang pernikahan dan keharmonisan rumah tangga. Sudah saatnya lah kita menjadi perempuan cerdas yang tak mudah terbawa arus kehidupan yang lajunya semakin deras. Dengan membaca, cakrawala kita semakin luas. Dengan membaca, kita bisa mencerna setiap yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga secara logis. Tidak membanding-bandingkan dengan rumah tangga orang lain, tapi lebih menekankan pada introspeksi.
     Kelima, isilah waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.     Selamat mencoba!

COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Rumput Tetangga Tak Lebih Hijau
Rumput Tetangga Tak Lebih Hijau
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2013/12/rumput-tetangga-tak-lebih-hijau.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2013/12/rumput-tetangga-tak-lebih-hijau.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy