Dahsyatnya Perang Badar : Naskah Drama

Lagi asyik buka-buka file, eh saya nemu naskah drama yang ini. Naskah ini saya buat dulu...sekali, sebelum saya ngajar dan kala Nahla anak s...

Lagi asyik buka-buka file, eh saya nemu naskah drama yang ini. Naskah ini saya buat dulu...sekali, sebelum saya ngajar dan kala Nahla anak saya berusia hitungan bulan (hihi, walaupun mau lima tahun atau lima belas tahun pun tinggal dikali jumlah bulan juga tetap dalam usia hitungan bulan kan?)

Waktu itu saya diminta melatih drama selama tiga bulan untuk anak-anak kreatif di TKIT Permata Hati Batang dalam rangka tampil di acara perpisahan. Hmm, rada mikir awalnya. Apa nggak susah ya ngelatih anak-anak usia balita buat drama? Apalagi requestnya tema shirah Nabi. Oke deh akhirnya saya ambil tema Perang Badar. Tahu kan Perang Badar? Perang akbar yang langsung dipimpin oleh Rasulullah yang menuai kemenangan gemilang. Pada tahun 2 Hijriyah, yang kala itu masih Ramadhan.

Alhamdulillah. Proses latihan berjalan lancar setiap pekannya (sepekan sekali pada hari Sabtu). Pada saat pentas. waaaaw! Saya tak mengira kalau mereka, anak-anak TK itu pada semrangat dan menggebu memerankannya. Mereka yang jadi pasukan kafir maupun pasukan muslim sama-sama ingin menampilkan kisah dengan sempurna. Hmm, kostumnya juga aduhai mendukung dengan perisai-perisai buatan ustadzahnya yang lucu-lucu.

Baik. Silakan disimak :)


DAHSYATNYA PERANG BADAR

Latar belakang peperangan ini...
Kafilah dagang Quraisy lepas dari hadangan Nabi SAW dalam perjalanannya dari Makkah ke Syam. Saat kepulangan mereka ke Makkah, utusan muslim di Madinah memata-matai mereka di Al Haura' lalu begitu para kafilah hampir tiba, utusan muslim yaitu Thalhah bin Ubaidillah dan Said bin Zaid kembali kepada Rasulullah untuk menyampaikan berita.
Kafilah dagang itu membawa harta kekayaan penduduk Makkah, yaitu 1000 onta, dengan kekayaan harta benda mereka lebih dari 5000 dinar emas. Sementara yang mengawalnya tidak lebih dari 40 orang. Ini memang peluang emas bagi pasukan Madinah. Namun karena Rasulullah tidak menekankan kepada seorangpun diantara pasukan Madinah, maka mereka mengikuti Rasulullah untuk tidak menghadang kafilah di Al Haura'. Rasulullah mengatakan bahwa pertempuran yang sesungguhnya akan terjadi di Badar.

PENOKOHAN

Pasukan Muslim :
Miqdad Bin Amr diperankan oleh................
Saad Bin Muadz diperankan oleh.................
Hubab Bin Mundzir diperankan oleh........................
Hamzah Bin Abdul Muththalib diperankan oleh..........................
Ubaidah Bin Haris diperankan oleh.......................
Ali Bin Abi Thalib diperankan oleh........................
Muadz Bin Amr diperankan oleh.............................
Muawwid Bin Afra diperankan oleh........................
Abdullah Bin Mas'ud diperankan oleh......................

Pasukan Quraisy :
Abu Sufyan diperankan oleh................................
Abu Jahal diperankan oleh...................................
Dhamdham Bin Amr diperankan oleh....................
Majdi Bin Amr diperankan oleh.............................
Umair Bin Wahhab diperankan oleh..................................
Utbah Bin Rabiah diperankan oleh..................................
Hakim Bin Hizam diperankan oleh..................................
Al Aswad diperankan oleh.................................
Syaibah Bin Rabiah diperankan oleh.....................
Walid Bin Utbah diperankan oleh.........................
Suraqah Bin Malik diperankan oleh........................
Haris Bin Hisyam diperankan oleh....................

Narator : ............................................

Lalu, bagaimana dahsyatnya Perang Badar? Bagaimana pasukan muslim bertempur melawan pasukan Quraisy yang tidak percaya pada Allah dan Rasul-Nya itu? Kita simak tayangan selengkapnya...

Adegan 1 (Pasukan Islam bergerak ke Badar)

Pasukan Islam terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar, yang kesemuanya berjumlah 317 orang. Onta berjumlah 70 kor dan kudanya hanya ada dua ekor. Tak gentar Rasulullah SAW dan pasukan muslim bergerak ke Badar.
Pasukan Islam : (Bejalan ke Badar...)

Sementara itu, Abu Sufyan mengetahui keadaan kaum muslimin yang menuju ke Badar.

Abu Sufyan : “Hai, Dhamdam! Pergilah kau ke Makkah. Aku akan mengupahmu!”
Dhamdham : “Untuk apa aku ke Makkah?”
Abu Sufyan : “Katakan kepada orang-orang Quraisy agar mengirim pertolongan kepada kita!”
Dhamdam : “Baiklah.” (Lalu pergi)
Secepat kilat Dhamdham bin Amr Al Ghifary sampai ke Makkah lalu berteriak kepada orang-orang Quraisy.
Dhamdham : “Wahai sekalian orang Quraisy! Harta benda kalian yang dibawa Abu Sufyan telah dihadang oleh Muhammad dan rekan-rekannya. Kalian harus menyusulnya, tolonglah! Tolonglah!”

Adegan 2 (Pasukan Quraisy bergerak)

Keseluruhan pasukan Quraisy bergerak dengan angkuhnya.
Abu Jahal : “Aku yang menjadi pemimpin tertinggi pasukan ini. Ayo kita ke Badar sekarang!”
Pasukan Mk : (Bergerak semua...)
Abu Sufyan : “Bagaimana situasi saat ini, hai Majdi?”
Majdi : “Aku tak melihat sesuatu yang mencurigakan. Tapi kulihat ada dua orang penunggang kuda di bukit itu.”
Abu Sufyan : (Mendekat ke bukit, melihat makanan kuda) “Ini adalah makanan dari Madinah. Ayo kita ambil jalan lain agar tidak dihadang pasukan Madinah”
Abu Jahal : “Ya. Tapi kita tetap akan melanjutkan perjalanan ke Badar. Kita akan berperang dengan orang Madinah disana.”

Adegan 3 (Pasukan muslim dalam kondisi rawan)

Keberadaan pasukan Mekkah di tempatnya sekarang yaitu di Wadi Badar, membuat pasukan muslim dalam kondisi rawan. Hal itu dikarenakan posisi mereka begitu strategis, apalagi jika untuk pertahanan militer. Para sahabat tetap mantap untuk terus maju!
Miqdad : “Wahai Rasulullah. Teruslah maju seperti yang Allah perlihatkan kepada engkau. Kami akan selalu bersamamu.”
Saad b.Muadz : “Kami sudah berjanji setia kepada engkau Wahai Rasulullah. Maka teruslah maju dan kami akan menjadi tentaramu. Barakah Allah bersama kita!”

Rasulullah beserta seluruh pasukan melanjutkan langkah. Di perjalanan mereka memperoleh data yang akurat dari dua pesuruh pasukan Makkah yang berhasil mereka tawan tentang posisi pasukan Makkah, dan bagaimana kondisi mereka.

Pada saat Rasulullah memiliki siasat berhenti dekat dengan mata air Badar, Hubab bin Mundzir mengajukan usul dan disetujui oleh Rasulullah.
Hubab : “Wahai Rasulullah! Menurutku tidak tepat jika kita berhenti disini. Pindahkanlah orang-orang ke tempat yang lebih dekat lagi dengan mata air darpada orang musyrik Makkah. Kita berhenti disitu lalu kita timbun kolam-kolam di belakang mereka, lalu kita buat kolam dan isi air hingga penuh. Setelah kita berperang, kita bisa minum dan mereka tak bisa!”

Adegan 4 (Pasukan Quraisy memasuki arena pertempuran)

Dua pasukan telah berhadapan. Hari itu hari Sabtu, 18 Ramadhan tahun 2H. Umair bin Wahab berputar-putar dengan kudanya di depan pasukan muslim.
Umair : (Berputar-putar, lalu kembali pada pasukan Makkah) “Ada tiga ratus orang. Tapi akan kuselidiki lagi.”
Pasukan : “Selidiki! Selidiki!”
Umair : (Berputar-putar lagi, lalu kembali lagi) “Benar. Orang-orang mereka tak lebih dari 300 orang. Tapi, kulihat mereka semua akan membawa benacan bagi kita. Dari mereka tak ada yang terbunuh saat ini, malah ada sebagian orang kita yang sudah terbunuh. Maka pikirkanlah kalau kita akan berperang!”

Hakim : “Mari kita kembali saja ke Makkah!”
Utbah : “Tak ada gunanya kita berperang. Kita akan kalah dan kehilangan harta benda kita.”
Hakim : “Betul apa yang kau katakan. Tak ada gunanya kita memerangi Muhammad.”
Utbah : “Sekarang kau katakan ini pada Abu Jahal!”
Hakim bin Hizam pergi menemui Abu Jahal.
Hakim : “Kata Utbah, kita tak perlu berperang! Kita kembali saja ke Makkah!”
Abu Jahal : (sangat marah lalu berkata dengan kerasnya) “Utbah itu begitu ketakutan pada Muhammad. Kita tak akan kembali sebelum menghabisi Muhammad dan pasukannya.”
Utbah : “Kita lihat siapa yang sebenarnya ketakutan, Abu Jahal!?”
Karena pengaruh Abu Jahal sangat banyak, maka penentangan yang dilakukan Hakim tak banyak berarti. Pasukan Makkah tetap maju melawan pasukan Muslim.

Adegan 5 (Bara peperangan menyala...)

Al Aswad dari kaum Quraisy maju ke arena. Dihadang oleh Hamzah bin Abdul Muththalib.
Al Aswad : “Aku akan mengambil air dari kolam kalian!”
Hamzah : “Aku akan menghadangnya jika ia berani mengambil air kita!”
Al Aswad : “Aku tak takut padamu!”
Maka Al Aswad dan Hamzah pun bertarung. Al Aswad terbunuh ditangan Hamzah dengan tebasan pedangnya.

Lalu muncul dari pasukan Quraisy yaitu Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabiah, dan Walid bin Utbah. Mereka berhadapan dengan tiga dari pasukan muslim yaitu Ubaidah bin Haris, Hamzah, dan Ali bin Abi thalib.
-Ubaidah berhadapan dengan Utbah bin Rabiah.
-Hamzah berhadapan dengan Syaibah bin Rabiah
-Ali berhadapan dengan Walid.

Pasukan muslim berucap dengan seru : “AHAD! AHAD! AHAD!”
Peperangan pun terus berkobar. Rasulullah memohon kepada Allah agar mereka diberi kemenangan.

Salah satu doa Rasulullah dalam sebuah hadis, Ya Allah, jika pasukan ini hancur, tentu Engkau tak akan disembah lagi. Kecuali jika memang Engkau menghendaki untuk tidak disembah untuk selamanya setelah hari ini.


Adegan 6 (Malaikat turun dalam peperangan)

Para malaikat diutus Allah datang membantu pasukan muslim.  Maka semakin menggebulah pasukan muslim mengahadapi kaum musyrikin itu. Satu persatu dari pasukan Makkah terbunuh di tangan mereka dan sebagain terbunuh dengan sendirinya karena malaikat telah turun.
Semakin lama, pasukan musyrik kewalahan dengan sepak terjang pasukan muslim. Seorang iblis bernama Suraqah bin Malik dari pasukan Makkah hendak melarikan diri dari peperangan.
Haris : “Mau kemana kau Suraqah?”
Suraqah : “Aku tak akan melanjutkan peperangan ini. Aku tak mau disiksa dengan memerangi Muhammad.” (Lalu menceburkan diri ke laut)
Abu Jahal : (menyemangati pasukan musyrik dengan begitu congkaknya)“Jangan sekali-kali kalian mengikuti jejak Suraqah! Dia hanyalah seorang pengecut. Demi Latta dan Uzza! Kita akan tetap melawan Muhammad!”

Beberapa saat kemudian, pasukan Abu Jahal dibuat kocar-kacir oleh pasukan Muslim. Dua orang pemuda bernama Muadz bin Amr dan Muawwid bin Afra datang menyerangnya hingga ia terpotong kakinya. Ia terbunuh di tangan Abdullah Bin Mas'ud. Peperangan terus berkecamuk dan pasukan muslim mendapatkan kemenangan seperti yang telah Allah janjikan pada mereka.

COMMENTS

BLOGGER: 3
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Dahsyatnya Perang Badar : Naskah Drama
Dahsyatnya Perang Badar : Naskah Drama
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2013/12/dahsyatnya-perang-badar-naskah-drama.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2013/12/dahsyatnya-perang-badar-naskah-drama.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy