Syukur Setiap Saat, Nikmat Pun Berlipat

Seperti biasa, selepas shalat maghrib berjamaah di masjid bersama Nahla, saya menyiapkan buku jilid kepunyaannya dan mengganti mukena...




Seperti biasa, selepas shalat maghrib berjamaah di masjid bersama Nahla, saya menyiapkan buku jilid kepunyaannya dan mengganti mukenanya dengan jilbab. Ia terlihat bersemangat membaca dalam dampingan saya. Dengan nada yang masih pelan ia terbata sambil memikirkan bagaimana cara membaca huruf tersebut.
Saat mengajari dengan optimisme tinggi, saya pun selalu berharap ia selalu bisa membenarkan setiap huruf ataupun harakat yang salah. Kemarin itu, saya sudah pasrahkan kepada Allah mengenai perkembangan membaca puteri saya yang belum genap tiga tahun itu. Tahun ini ia masuk KBIT (Kelompok Bermain Islam Terpadu). Namun meski demikian bukan berarti saya lepas tangan. Saya tetap menjadi pengendali utama dirinya, apalagi mengenai tahap-tahap membaca Al Quran.
Dengan usaha saya yang tak kenal lelah ternyata sampai saat itu ia belum bisa membaca dengan cepat sesuai metode jilid tersebut. Maka dari itu kepasrahan itu keluar. Mau bagaimana lagi kalau memang otaknya belum bisa mencapai tahap itu?
Namun, Maha Suci Allah yang maha segala-galanya. Malam itu saat saya membiarkan ia membaca jilid dua dengan masih terbata, tiba-tiba saja dia berucap “Bukan gitu lho Mi, gini caranya...yang cepat. Salamu, Katabu, Barodu.
Badan saya merinding seketika. Saya tatap kedua matanya yang bening, saya perhatikan wajah mungil yang menggemaskan itu. Air mata saya hampir menetes karena rasa haru tak terkira. Karena apa? Biasanya dia tak mau jika saya ajari dengan metode cepat. Dia lebih suka membaca dengan satu huruf-satu huruf terpisah meski masih dalam satu kata. Sa-la-mu, ka-ta-bu, dan ba-ro-du. Dan tahukah, perubahan malam itu nyaris ketika ia mengenal harakat dhummah untuk pertama kalinya! Tiba-tiba saja saya menangkap sinar kecerdasan itu nampak besar adanya.
Saya puji dia. Saya peluk dia erat sampai ia berucap “Naaah...aku bisa kan Mi? Ummi jangan nangis lho Mi...Ndak baik itu. Ndak baik...”
Saya jadi lucu sendiri mendengar kalimat itu. Nadanya persis saat saya menasehatinya kalau kebanyakan menangis atau rewel itu adalah hal yang tidak baik.
***
Dari satu peristiwa itu kembali membuka lebar mata hati saya dan suami. Kami sama-sama tahu keuangan keluarga masih minim dibandingkan kebutuhan ke depan yang sangat beragam. Tentu saja ada kepanikan dan kekhawatiran. Namun kami sebisa mungkin selalu bersabar atas setiap ujian, dan selalu bersyukur atas nikmat yang kami terima. Meski keuangan sulit, Allah pasti berikan kelebihan atau nikmat lain yang lebih besar kepada kami dibanding hambaNya yang lain.

Nyatanya, jelas terbukti. Bisakah terbayangkan betapa bahagianya saya saat menjumpai peristiwa tadi? Batitaku sangat mudah diajari membaca a ba ta. Puteriku sangat mudah menghafal semua huruf hijaiyah. Nahla memiliki daya ingat yang sangat tajam saat diajari sesuatu. Bahkan saat saya bandingkan dengan anak-anak SD yang les Qiroati di rumah saya, saya secara obyektif menilai perkembangan Nahla sangat pesat. Dalam usia yang masih dini, sudah membaca jilid dua dengan lancar! Siapa lagi yang berkuasa kalau bukan Allah? Dan ini karunia yang besar bagi saya karena tak setiap ibu bisa merasakan nikmat ini. Banyak anak-anak yang susah diajar membaca.

Mata hati kami makin meyakini. Dengan syukur, Allah akan selalu menambah nikmat-Nya. Di saat kami sedih lagi kalut menyadari kondisi keuangan keluarga yang menipis, Allah menghibur dengan nikmat yang tak terkira. Dan saat beberapa bulan lalu kami diuji dengan meninggalnya adik Nahla, Allah juga selalu berikan hiburan pada kami.
Ini harus jadi pelajaran kita semua, para ibu dan muslimah sekalian, juga muslim semua pada umumnya. Jangan pernah sedetikpun kita tak mensyukuri nikmat Allah. Sekalipun ujian itu menimpa, tunjukkanlah kesabaran kita. Karena, semakin kita bersyukur maka Allah akan semakin menambah nikmat pada kita. La in syakartum la azzidannakum wa la in kafartum inna adzaabi lasyadiid. Tak percaya? Saya sudah membuktikan!
Kepedihan, kesedihan, kesusahan, lagi kemalangan hidup sudah biasa menghampiri. Namun di saat masa-masa itu hadir, Allah selalu hadirkan “kejutan”manis untuk saya. Mari kita renungkan alur kehidupan kita masing-masing dan berbagilah hikmah syukur pada yang lainnya. Ini sungguh sebuah kabar gembira yang harus kita sampaikan!

COMMENTS

BLOGGER: 1
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Syukur Setiap Saat, Nikmat Pun Berlipat
Syukur Setiap Saat, Nikmat Pun Berlipat
http://1.bp.blogspot.com/-F-SSE-1xlmM/UnxP_dzxkDI/AAAAAAAAAQk/AcIzAetJTZY/s320/syukur.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-F-SSE-1xlmM/UnxP_dzxkDI/AAAAAAAAAQk/AcIzAetJTZY/s72-c/syukur.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2013/11/syukur-setiap-saat-nikmat-pun-berlipat.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2013/11/syukur-setiap-saat-nikmat-pun-berlipat.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy