Kado Hari Raya Untuk Pak Dirman: Cerpen Anak

Oleh: Isnaeni DK Kegiatan pesantren kilat Ramadhan di sekolahku masih berlangsung. Sebagian peserta masih bersiap untuk lomba pil...




Oleh: Isnaeni DK

Kegiatan pesantren kilat Ramadhan di sekolahku masih berlangsung. Sebagian peserta masih bersiap untuk lomba pildacil. Saat baru dari kamar kecil, kulihat Yusuf tengah terduduk seorang diri di teras kelas lima. Ia kelihatan sedang memikirkan sesuatu. Padahal dia salah satu peserta lomba pildacil.
“Kenapa, Suf? Puasa-puasa kok melamun?” ujarku.
Yusuf menoleh.
“Aku masih sebel.” jawabnya.
“Lho, kenapa? Bentar lagi kan hari raya. Kok malah sebel?”
“Justru itu, Gaz! Mamaku belum beliin apa-apa buat aku. Padahal adik-adikku yang perempuan sudah dibeliin baju, kerudung, dan sandal baru semua. Kata Mama, anak laki-laki itu nggak kebanyakan model pakaian jadi milihnya cepet. Beda sama anak perempuan!”
“Ooh, begitu...mungkin betul juga kata mamamu.”
Yusuf lalu menyelidik. Ia menatap kedua mataku.
“Kamu pasti udah dibeliin macem-macem ya sama ummimu?” tanyanya.
“Nggak kok, Suf. Ummi atau abiku belum belikan apa-apa buat aku atau adikku.”
Mendengar jawabanku, Yusuf tak berkomentar, hanya nampak kecewa. Kuajak ia memasuki ruangan. Ia beranjak.

***
Pesantren kilat berakhir. Seperti biasa saat hari-hari aktif sekolah, Pak Dirman akan menjemputku dengan becaknya. Dia adalah tukang becak yang sudah membersamai keluargaku sejak aku belum lahir. Namun, meski sudah tua semangatnya sangat tinggi. Setiap hari mengayuh roda becak, namun puasa Ramadhan tetap lancar.
“Pak Dirman mudik nggak, Pak?” tanyaku.
“Mudik kemana ya? Lha Bapak kan asli sini aja.”
“Oh iya ya, hehe. Pak, sekolahku udah mulai libur lho. Aku senang karena sebentar lagi bisa ketemu kakek nenek di desa. Pak Dirman sudah belanja keperluan hari raya belum?”
Pak Dirman malah tertawa kecil.
“Kok ketawa, Pak?”
“Keperluan apa tho, Gaza? Baju koko masih bagus. Peci, sajadah, dan sarung juga masih pantas dipakai. Istri bapak juga mukenanya masih bagus dan bersih. Bapak sih yang penting mempersiapkan untuk zakat fitrah saja. Itu kan yang wajib bapak bayar.”

Begitu rupanya. Aku juga baru tahu kalau Pak Dirman tak biasa membeli banyak kue-kue lebaran atau sirup aneka rasa untuk menyambut tamu yang datang. Keluarga Pak Dirman sangat sederhana. Harusnya Yusuf tahu tentang ini. Bisikku dalam hati.
Sampai rumah, kutemui Ummi yang masih mempersiapkan buka puasa. Tetapi, sore itu kulihat Ummi tidak masak. Beliau masih menggoreng peyek kacang sambil memasukkan yang sudah tak berminyak ke dalam toples.
“Iya, Gaza. Ummi nggak masak. Ummi hari ini beli lauk saja...”
“Ummi menyiapkan untuk kue-kue lebaran ya?”
Ummi mengangguk. Lalu kuceritakan kesederhanaan Pak Dirman dan keluarganya supaya ummi tahu.
“Gaza, sayang. Ummi menyiapkan hidangan bukan karena berlebihan. Justru ini juga mengirit pengeluaran karena mengolah sendiri. Lihat tuh, ummi sudah buat banyak kue. Dan perlu kamu tahu, semua itu tidak hanyak dimakan oleh kita saja. Sebagian untuk kita, sebagian untuk dibawa ke kakek nenek, juga untuk...”
“Pak Dirman!”
Ummi tersenyum sangat manis. Tiba-tiba muncul ideku untuk memecah celengan yang setahun ini kukumpulkan.
“Mau buat apa, Gaz?” tanya ummi.
“Uangnya kayaknya banyak nih, Mi. Kalau dibelikan baju koko, sandal, peci, sajadah, dan mukena apa cukup? Aku pengen kasih kado buat Pak Dirman. Selama ini, aku belum pernah beri apa-apa buat Pak Dirman...”
“Gaza, ummi bangga padamu, Nak. Baru kelas empat tetapi akhlakmu sudah sangat mulia. Begini, Nak. Kalau untuk barang-barang itu, ummi dan abi sudah persiapkan untuk Pak Dirman. Kalau ummi boleh kasih saran, diberikan dalam bentuk uang saja. Bagian belakang rumah Pak Dirman masih diperbaiki. Jadi bisa untuk membantu renovasi rumah Pak Dirman, atau mungkin untuk keperluan Pak Dirman yang lain, yang kita tidak tahu.”
Aku terdiam, berpikir.
“Baiklah, Mi. Tetapi aku akan tetap belikan sesuatu juga untuk Pak Dirman.”
Karena Ummi membolehkan, maka esok harinya pun aku pergi. Kukayuh sepedaku menuju sebuah toko. Barangnya bagus, harganya pun menurutku pantas. Baiklah, sebuah kado sudah kudapatkan. Spesial untuk Pak Dirman.
***
Dua hari menjelang idul fitri, aku, ummi, abi, dan Shafira datang ke rumah Pak Dirman karena kami akan berangkat mudik. Pak Dirman sangat gembira menyambut kami. Abi berpamitan dan sekalian memohon maaf lahir batin keluarga kepada Pak Dirman sekeluarga. Ummi menyerahkan semua bingkisan.
“Ini ada sedikit uang dari Gaza, Pak.” kata Ummi.
Pak Dirman mengelus rambutku dan mencium keningku. Ia mengucapkan terimakasih namun segera kupotong.
“Jangan berterimakasih, Pak. Oh iya, ini ada kado kecil untuk Pak Dirman. Mudah-mudahan Pak Dirman senang.”
Bingkisan itu langsung dibuka. Pak Dirman langsung memelukku dan mengenakan alroji pilihanku.
“Ini pasti mahal! Kenapa repot-repot, Nak. Ini pasti karena bapak pernah cerita alroji bapak hilang di pasar ya. Bapak jadi nggak enak. Karena bapak kadang terlambat jemput kamu ya? Hehe...”
“Nggak kok, Pak. Saya cuma ingin Pak Dirman ada kenang-kenangan dari saya. Kenangan yang bermanfaat.”
Pak Dirman makin mendekapku erat.
“Mudah-mudahan, dengan adanya kenang-kenangan bukan berarti kita hampir berpisah selamanya ya. Silaturahim kita harus tetap terjalin.” kata Abi.
Aku bersyukur bisa berbagi. Meski bentuknya tak seberapa, aku ingin orang terdekatku turut berbahagia menyambut hari yang fitri dan meraih kemenangan sesungguhnya. Pak Dirman adalah orang yang sudah kuanggap sebagai kakek sendiri.
Meski sampai saat itu aku juga tak beli baju baru, tak mengurangi rasa haruku di bumi yang beratapkan langit biru. Ternyata, membahagiakan orang lain itu lebih nikmat daripada hanya untuk diri sendiri. Jika liburan hari raya telah usai, aku akan ceritakan ini pada Yusuf.
***




Nah, bagaimana tanggapan anda mengenai cerpen di atas?
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Kado Hari Raya Untuk Pak Dirman: Cerpen Anak
Kado Hari Raya Untuk Pak Dirman: Cerpen Anak
http://1.bp.blogspot.com/-Mvq348XZbKI/UuDY94mwI6I/AAAAAAAAAVo/kCkZTPVjM0g/s1600/kado.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-Mvq348XZbKI/UuDY94mwI6I/AAAAAAAAAVo/kCkZTPVjM0g/s72-c/kado.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2013/07/kado-hari-raya-untuk-pak-dirman-cerpen.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2013/07/kado-hari-raya-untuk-pak-dirman-cerpen.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy