Menjenguk Bayi : Cerpen Anak Isnaeni DK

Kangen nggak sama cernak saya? Nih, saya suguhkan lagi. Selamat menikmati... Menjenguk Bayi Suatu pagi, Nita marah sekali pada ibunya...



Kangen nggak sama cernak saya? Nih, saya suguhkan lagi. Selamat menikmati...

Menjenguk Bayi
Suatu pagi, Nita marah sekali pada ibunya karena menu sarapan yang ia minta lupa dibuatkan ibu. Wajahnya memerah sambil memarahi Ibu. Ia minta dibuatkan nasi goreng telur malah yang didapat nasi putih dengan sop mi. Ibu juga lupa membuatkan susu coklat. Hal itu menjadikan ia malas berangkat sekolah padahal ibu telah berulang kali minta maaf dan membujuk Nita supaya mau berangkat sekolah. Namun Nita menutup pintu kamarnya rapat-rapat tanpa menghiraukan ucapan ibu. Hari itu pun ia bolos sekolah.
Di kamar, ia merenung sendiri. Secepat kilat ia mengambil bolpen dan buku diary nya. Ia tuliskan kemarahannya pada Ibu. Ia juga menuliskan kalau Ibu kini tak sayang pada dirinya. Air matanya perlahan menetes membasahi  kedua pipinya.

Siang harinya waktu Ibu pulang dari pasar, Nita keluar dan menyambut Ibu dengan wajah lemas. Ibu selalu ceria seperti biasa.
“Nita, tante Risma kemarin melahirkan. Kamu mau ikut jenguk bayinya nggak? Ibu mau ke rumah tante Risma siang ini.” kata ibu dengan nada yang sangat halus.
“Ya, Bu. Aku ikut. Aku ganti baju dulu.”
“Tapi kita makan siang dulu ya.”
“Ya, Bu.”
Setelah Nita mengganti bajunya, Ibu mengajaknya makan siang dulu. Baru sesudahnya mereka ke rumah tante Risma.
Mereka berjalan kaki selama lima belas menit. Sampai di rumah tante Risma, Ibu menemui tante Risma lalu mendoakan bayinya sambil mengajak Nita memperhatikan bayi itu. Nita tampak senang memerhatikan bayi mungil yang tengah digendong tante Risma. Tapi tiba-tiba Ibu minta ijin untuk ke rumah Pak Aji. Pak Aji adalah penjahit langganan Ibu. Katanya Ibu mau ambil pakaian Nita yang sudah selesai dijahit. Nita diminta Ibu untuk menunggu di rumah tante Risma. Pada saat yang bersamaan datanglah Fika dan Ibunya untuk menjenguk tante dan bayinya juga. Fika adalah teman sekelas Nita.
“Hai, Ta. Kamu tadi bolos ya. Kenapa?” Bisik Fika pada telinga Nita.
“Sst, udah ah! Malu sama tante Risma kalau tahu aku bolos sekolah.”
“Yah…Nita. Aku kan cuma nanya.”
Nita malah asyik memerhatikan bayinya lagi.
“Mengurus bayi itu melelahkan ya Tante?” Tanya Nita.

“Ya seperti inilah, Nita. Meski melelahkan, Tante harus merawatnya dengan sungguh-sungguh, juga dengan penuh keikhlasan.”
Nita dan Fika memperhatikan bayinya yang baru diganti popoknya.
“Dulu kalian berdua juga begini lho. Ibu kalian mengurus kalian dengan penuh kasih sayang. Meski capek, beliau tak akan mengeluh. Makanya, sekarang kalian harus menghormati dan mematuhi Ibu kalian ya…” Tambah tante Risma.
Mereka berdua mengangguk sambil terus memerhatikan bayinya. Nita jadi sedih. Ia teringat tadi pagi dirinya tidak menghormati Ibu. Ia marah hanya karena hal sepele. Bahkan sampai bolos sekolah.
“Kenapa kamu, Ta?” Tanya Fika.
“Fika, apa kamu pernah marah sama ibumu dan tak menghormatinya?”
“Pernah sih, tapi ketika aku tahu bahwa itu salah, aku segera minta maaf sama ibu. Memang kenapa, kamu lagi marah ya sama ibumu?”
“Tadi pagi sih marahnya, tapi aku belum minta maaf.”
“Kamu harus minta maaf, Ta. Ingat apa yang dikatakan tante Risma tadi kan? Kita harus menghormati ibu kita karena beliau sudah melahirkan kita dan merawat kita walau semua itu melelahkan.”
“Ya, Fik. Terimakasih ya kamu telah mengingatkanku. Maaf aku telah berlaku kasar sama kamu juga tadi”
“Oh, nggak apa-apa kok, Ta. Yang penting nanti kamu segera minta maaf sama Ibumu.”
Betapa menyesalnya Nita. Ia ingin segera minta maaf pada Ibu. Ternyata perbuatannya tadi pagi itu merupakan perbuatan yang salah. Tak sepantasnya ia berlaku kasar pada Ibunya. Setelah Ibu kembali datang, Nita langsung menghambur ke arah Ibunya dan memeluknya erat. Ia menangis sambil meminta maaf atas perbuatannya tadi pagi. Nita juga janji tak akan bolos sekolah lagi.
“Ibu mau maafin Nita kan? Nita sadar bahwa apa yang Nita lakukan tadi pagi itu salah.”
“Tentu saja, anakku sayang. Tapi kenapa kamu mendadak meminta maaf sama Ibu?”
“Tante Risma bilang, sebagai seorang anak kita haru menghormati Ibu karena telah merawat kita dari kecil…”
Butir-butir air mata perlahan membasahi pipi Nita. Kalau waktu bisa diputar, Nita ingin tadi pagi ia memakan menu sarapan yang dibuat Ibu tanpa marah-marah, dan akan berangkat sekolah seperti biasa. Namun kenyataannya waktu terus berjalan ke depan, rasa sesal yang ada dan permintaan maaf yang baru Nita lakukan sudah cukup membuatnya lega.
Ibu terharu. Rupanya menjenguk bayi tante Risma berbuah hikmah bagi Nita. Dalam batin ibu memanjatkan doa semoga Nita kelak menjadi anak yang solihah. Nita pun bertekad akan selalu menghormati ibunya.






COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Menjenguk Bayi : Cerpen Anak Isnaeni DK
Menjenguk Bayi : Cerpen Anak Isnaeni DK
//img2.blogblog.com/img/video_object.png
http://3.bp.blogspot.com/-bsUPj16ipQ4/UbCok2O8fkI/AAAAAAAAAPw/8j6k5ERDN4o/s72-c/bayi+lucu.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2013/06/menjenguk-bayi-cerpen-anak-isnaeni-dk.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2013/06/menjenguk-bayi-cerpen-anak-isnaeni-dk.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy