Melakukan Karena Allah, Tidak Melakukan juga Karena Allah : Sebuah Kisah Hikmah

Seorang pemuda berjalan dengan mantapnya. Ia menenteng sebuah map berisi nilai-nilai hasil belajar anak didiknya. Kala itu menjelang penerim...

Seorang pemuda berjalan dengan mantapnya. Ia menenteng sebuah map berisi nilai-nilai hasil belajar anak didiknya. Kala itu menjelang penerimaan rapor, jadi ia harus menyetorkan nilai mata pelajarannya kepada sang wali kelas.

Wajahnya nampak tenang, namun hatinya tak karuan seolah terpaksa melakukan hal itu. Ia menemui sang wali kelas, lalu menyerahkan map itu. Ia tak langsung pergi karena usai sang wali kelas membaca sekilas, ada beberapa komentar yang harus ia dengarkan.

"Maaf, Pak. Ini nilainya belum sesuai dengan standar yang saya tahu. Kalau anda akan menyetorkan nilai kepada saya, mohon sekalian rata-rata kelas juga per anak dihitung sekalian, soalnya itu akan memudahkan saya." kata wali kelas.

"Oh gitu ya, Bu. Jadi saya harus bawa lagi nilai ini lalu ditambah dengan rata-ratanya juga?"

"Ya."

"Tapi biasanya nggak begitu, Bu. Saya biasa menyetorkan seperti ini."

pemuda itu menunggu respon wali kelas. Ia malah mendapatkan jawaban "Maaf ya Pak. Saya tidak biasa begini dan saya minta dengan sangat supaya anda membawa kembali nilai ini..."

Pemuda itu pun berlalu dan segera memperbaiki  nilai.

"Kalau bukan karena dia yang nyuruh, aku nggak mau susah-susah menghitung angka-angka ini!" gerutunya sambil menambah apa yang kurang dari nilai-nilainya.


Di lain waktu ia bersama beberapa kawannya membicarakan wali kelas itu. Mereka merasa harus bersikap beda dengan wanita itu. Wanita itu sudah banyak pengalaman dalam mengajar. Ia banyak tahu tentang sistem yang terjadi dalam dunia pendidikan. Pun tentang tata peraturan, ia juga sangat paham bagaimana yang betul dan bagaimana yang salah.

Suatu ketika mereka sepakat dengan hasil kesepakatan rapat yang nyatanya kesepakatan itu tak dilakukan jika tidak di depan sang wali kelas. Padahal semuanya menyepakati. Tapi mengapa mereka hanya melaksanakan kalau ada wanita itu saja?

Tidakkah itu menjadi beban dan memunculkan adanya topeng dalam diri?


Saudaraku...


Marilah kita renungi gambaran di atas. Alangkah tak mengenakkannya memakai "topeng" dalam keseharian kita. Hidup serasa di atur meski sebenarnya kita tak di atur oleh orang manapun. Jika pemuda di atas sadar bahwa apa yang ia lakukan itu sebuah keburukan, ia harus segera insyaf.

Allah sebantiasa mengajarkan bahwa hal apapun harus dilakukan hanya semata-mata mengharap ridhoNya. Tentang hal yang dilarang pun, kita meninggalkan tentu hanya karenaNya. Bukan karena mengharap pujian, bukan karena mengharap imbalan. Jika kita melakukan suatu kebaikan karena mengharap balasan dari manusia, maka yang kita dapatkan hanyalah balasan itu saja. Kita ingin dunia, maka dunia saja yang kita dapat.

Berbeda jika kita melakukan atau tak melakukan suatu hal karena Allah. Maka apapun penilaian manusia, apapun pendapat manusia hanyalah sebagai sarana introspeksi. Yang terpenting adalah penilaian Allah. Percuma kan kita berlaku manis di hapan seseorang tapi di belakang kita menjelek-jelekkannya. Percuma kan kita melakukan kesepakatan bersama jika hanya karena sungkan atau tak enak dengan satu orang?

Pernahkah kita berpikir bahwa kita akan mempertanggungjawabkan semua ucapan, tingkah laku kita nnati di hadapan Allah? Pernahkah kita merasa malu menyadari bahwa kita masih mengharapkan hadiah dari manusia atas kebaikan yang kita lakukan?

Saudaraku...mari kita saling mengingatkan dalam hal ini. Jika kita ingin mulia di sisi Allah, maka cukuplah Allah menilai apa yang kita lakukan karena Nya. Jangan sampai kita berbaik-baik pada seseorang namun di belakangnya kita meluapkan ketidaksukaan kita.

Mari jadi orang yang terbuka. Jika ada hal yang membuat hati kita tak sreg dengan seseorang, akan lebih baik kita utarakan daripada kita menjadi manusia bertopeng.



Setulus hati, dari Isnaeni DK


COMMENTS

BLOGGER: 2
Loading...
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Melakukan Karena Allah, Tidak Melakukan juga Karena Allah : Sebuah Kisah Hikmah
Melakukan Karena Allah, Tidak Melakukan juga Karena Allah : Sebuah Kisah Hikmah
http://1.bp.blogspot.com/-Ha1F_7Ab0WU/UMbxhQ3-J5I/AAAAAAAAAIc/sF7xN3tihuI/s320/islam.jpg
http://1.bp.blogspot.com/-Ha1F_7Ab0WU/UMbxhQ3-J5I/AAAAAAAAAIc/sF7xN3tihuI/s72-c/islam.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2012/12/melakukan-karena-allah-tidak-melakukan.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2012/12/melakukan-karena-allah-tidak-melakukan.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy