What you do, What He want

Saudaraku, sudah pasti masing-masing kita memiliki aktifitas setiap harinya. Mulai dari pagi hari sampai malam menjelang, pekerjaan dari a...


Saudaraku, sudah pasti masing-masing kita memiliki aktifitas setiap harinya. Mulai dari pagi hari sampai malam menjelang, pekerjaan dari a sampai z selalu dilakukan. Syukur hendaknya senantiasa dipanjatkan jika kita menyadari semua itu. Karena itu berarti Allah masih memberikan banyak kesempatan untuk kita berusaha dan mengisi waktu pada hari-hari kita. Mulut masih bisa berucap, hidung masih bisa menghirup udara segar, telinga masih bisa mendengar kata-kata yang baik, lidah masih bisa mengecap manis asin rasa makanan, tangan masih bisa bekerja, kaki masih bisa berjalan, otak masih bisa berpikir...subhanallah...begitu banyak nikmat yang masih bisa kita rasakan yang saya sangat meyakini bahwa kita tak akan pernah bisa menghitung berapa juta nikmat Allah yang dikaruniakan kepada manusia.

“Wa in ta’udduu ni’matallahi laa tuhshuuhaa...”
“Dan Sungguh jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak mampu menghitungnya...” QS Ibrahim : 34
Kali ini saya ingin membahas mengenai apa yang kita kerjakan. Sebagai muslim yang beriman, sudah seharusnyalah kita semua menjadikan ridho Allah sebagai satu-satunya tujuan pekerjaan kita. Pekerjaan apapun itu. Yang guru, pelaut, dokter, perawat, pedagang, pilot, masinis, tukang ojek, tukang becak...dan...apapun pekerjaan yang kita lakukan. Sekalipun seorang wanita hanya menyandang gelar sebagai ibu rumah tangga pun ia harus meniatkan apa yang dikerjakan hanya karena mengharapkan ridho Allah. Jangan sampai tujuan utama kita digantikan dengan tujuan dunia, yang sebenarnya hanyalah tujuan yang semu.
Yuk kita tilik terjemah suatu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhory dan Muslim :
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya dan sesungguhnya bagi tiap-tiap orang bertanggungjawab atas apa yang dia niatkan. Maka barang siapa hijrahnya menuju keridhaan Allah dan rasulNya, maka hijrahnya ke arah keridhaan Allah dan rasulNya. Barang siapa yang hijrhanya karena dunia (harta atau kemegahan dunia) atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka ia akan mendapatkan apa yang dia niatkan.”
Dari hadits tersebut bisa diambil kesimpulan :
*   Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh kita harus didasarkan pada niat. Itu yang utama. Niatkan semuanya karena Allah, karena dengan begitu kita mudah untuk memasrahkan semua yang terjadi dan tak akan “protes” kepada Allah andai sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada pekerjaan yang kita lakukan. Kesadaran akan muncul dengan sendirinya bahwa manusia hanya mampu berusaha. Jika suatu ketika gaji yang diharapkan tak sesuai dengan apa yang diinginkan, mungkin kita masih disuruh bersabar oleh Allah. Kalau kita ikhlas dan menyadari bahwa pekerjaan kita adalah ibadah, kita tak akan bersedih hati lagi bermuram durja atas kondisi tersebut. Berkhusnudzonlah kepada sang Khaliq. Dia yang maha kuasa atas segala sesuatu sehingga kita tak boleh mengelak semua kehendakNya.
Dengan meniatkan pekerjaan karena Allah, maka semuanya akan terasa nikmat dirasakan. Bukan semata-mata karena beban yang berat namun karena kita ingin mendapatkan nilai yang baik di sisiNya. Jadilah mukmin yang seperti ini. Jangan sampai niat di hati dikuasai oleh syaitan-syaitan durjana yang selalu membelokkan kita dari kebaikan.
*   Jika kita mengejar dunia, maka hanya dunialah yang akan didapat. Jika kita mengejar Akhirat, maka dunia dan akhirat lah yang akan didapat.
Allah akan selalu mencintai hambaNya yang beriman. Ia akan memberikan keberkahan selalu bagi mukmin yang senantiasa mendekat dan mengharap ridhoNya. Meskipun sesekali ia akan diuji dengan kegagalan dan kesulitan, sesungguhnya itulah salah satu bentuk kasih sayangNya. Ia ingin mengetahui sejauh mana ketahanan jiwa mukmin tersebut sampai kemudian ia “naik kelas”.
Ada sebuah cerita. Terkisahlah seorang guru. Dia seorang profesional yang tak terikat jam kerja sehari-hari dengan sebuah instansi. Ia mengajar dari sekolah satu ke sekolah lain, juga dari rumah ke rumah yang lain karena ia juga membuka kelas privat. Dari awal mengajar, tujuan utamanya yaitu untuk mengumpulkan uang yang banyak sehingga kebutuhannya tercukupi, bahkan bisa lebih. Namun sayang sungguh sayang. Bertahun-tahun ia mengajar, tak pernah sekalipun ia merasa puas dengan apa yang ia dapat. Gaji yang didapat selalu ia rasa kurang karena begitu banyak kebutuhannya. Setiap kali ada hal-hal yang menganggu atau mengganjal mengenai pekerjaan mengajarnya, ia selalu mencari kambing hitam lalu menceritakannya kepada orang lain  sehingga hal yang dijadikan kambing hitam itu semakin menguatkan bahwa ia tak bersalah. Padahal tidak demikian. Karena sesungguhnya kesalahan itu muncul dari dirinya sendiri.
Anak-anak yang ia beri privat cukup banyak. Sekolah yang menggunakan jasanya pun lebih dari tiga sekolah. Namun entahlah, ia merasa tak pernah puas dengan uang yang didapat. Ia merasa nominal yang didapat tak sepadan dengan ilmu yang ia berikan. Kalau ia mau mengkomunikasikan dengan pihak yang terkait, itu lebih baik. Namun sayangnya ia hanya membatin dan mengkoar-koarkan kepada orang lain agar dia diberi belas kasihan. Naudzubillahi min dzalik.
Lakukan apa yang Allah minta. Insya Allah dengan begitu hati kita tak akan hitam penuh noktah tujuan duniawi. Seharusnya orang tadi menyadari bahwa pekerjaannya sungguh mulia. Ia mengajarkan dan menularkan ilmunya kepada siapa saja yang mau. Ia tak boleh menjadikan gaji sebagai orientasi utamanya. Akhirnya yang terjadi adalah ketidakpuasan. Berapapun yang didapat selalu kurang, dan hati menjadi tak tenang.
Bermula dengan niatan mencari ridho Allah, maka rizki kita akan selalu mengalir. Percayalah! Kenapa? Karena kita mengejar akhirat. Dengan mengejar akhirat, dunia dan seisinya akan mengikuti.
Mari kita meniliki diri sendiri. Sudahkah kita menjadikan ridho Allah sebagai tujuan pekerjaan kita? What you do, what He want. Lakukan apa yang Allah inginkan!

COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: What you do, What He want
What you do, What He want
file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPERMAT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.gif
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2012/05/what-you-do-what-he-want.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2012/05/what-you-do-what-he-want.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy