Pasang Surut Dalam Medan Ini

Tak Selamanya Mulus Kurang lebih sebulan ini saya diamanahi untuk menjadi pengajar di sebuah rumah Quran, di kota Batang. Sebuah lembag...

Tak Selamanya Mulus

Kurang lebih sebulan ini saya diamanahi untuk menjadi pengajar di sebuah rumah Quran, di kota Batang. Sebuah lembaga yang baru berdiri dan ingin segera mewujudkan eksistensinya agar semua yang telah dicita-citakan tidak kabur begitu saja. Saya pun sepakat! Sebuah wajihah yang telah dibuat untuk kepentingan ummat, sudah semesetinyalah direalisasikan aksinya. Bukan hanya koar-koar berdirinya saja namun lebih pada praktek. Berbekal bismillah, niatan yang suci untuk mengamalkan al Quran, saya pun maju. Berbekal ilmu yang menurut saya masih minim lagi belum pantas...dan masih perlu banyak belajar lagi, suami terus mendukung langkah saya. Sayalah orang yang terpilih. Begitu ia menyemangati.

Saya memegang kelas remaja puteri dan ibu-ibu. Ada kelas belajar baca al quran (BBQ) dan tahsin al quran. Kedua kelas tersebut selalu rutin berjalan dengan peserta yang jumlahnya naik turun. Dalam artian, kadang di atas jumlah yang ritun hadir, kadang juga di bawahnya. Pada kelas BBQ setidaknya ada 10 orang yang sudah masuk. Mereka masih bercampur antara yang terbata-bata dan belum bisa baca sama sekali. Sebenarnya kondisi ini kurang kondusif. Karena saya kesusahan saat harus memberikan materi secara klasikal. Namun dengan menyadari keterbatasan pengajar dan sarana yang lain, akhirnya berjalan apa adanya dulu. Ke depannya selalu ada koreksi demi kemajuan bersama. Mereka yang belajar sudah memiliki semangat belajar saja sudah cukup membuat saya lega. Karena memang banyak yang diluar sana belum bisa baca al quran namun tak mau belajar. Yang sudah bisa baca pun banyak yang tak mau mempelajari bacaan mereka. Saya jelaskan semua itu demi menumbuhkan semangat mereka kembali untuk belajar. Menuntut ilmu itu tak memandang usia, karena kewajiban menuntut ilmu adalah dari buaian hingga liang lahat.
Untuk kelas tahsin, awal-awal sangat berduyun-duyun yang datang. Sekitar 30-an ada. Dan sudah menuliskan biodata kepada rumah Quran untuk menjadi warga belajar. Itu baru yang remaja dan ibu-ibu, belum yang bapak-bapak. Saya sangat bahagia dengan kondisi itu. Saya optimis ke depannya kelas tahsin akan berjalan rutin, dikarenakan salah satunya karena kebanyakan yang ikut adalah "orang dalam" yayasan yang mengampu rumah Quran tersebut.
Beberapa hari lalu, di rumah saya...
Saya sudah siap dengan Nahla. Kami tengah menunggu kepulangan Abi supaya kami bisa segera berangkat. Setengah jam lagi menunjukkan pukul empat sore dan saya sudah ada jadwal mengajar tahsin saat itu. Itu berarti kelas akan dimulai sebentar lagi. Abi belum muncul juga. Sepuluh menit kemudian saya pun meng-sms-nya. Tapi ternyata ada hal yang tak bisa ditinggalkannya, itu berarti saya tak bisa berangkat seperti biasa naik motor. Dengan menggendong Nahla yang kelihatan mengantuk sekali, saya pun mencari becak di pinggiran jalan tempat tukang becak biasa mangkal. Cukup lama juga becak itu tak muncul. Jam sudah menunjukkan pukul 4 kurang sepuluh menit. Hati saya sudah was-was dan pikiran tidak karuan karena takut terlambat. Saya memang tipe orang yang on time. Bagaimanapun akan mengusahakan supaya apa yang sudah diamanahkan selalu berjalan dengan baik, termasuk sola waktu.
Saya ingat sebelumnya pernah membopong Nahla yang masih tidur lalu mengendarai motor dengan satu tangan (karena tangan yang satu menahan badannya supaya tidak jatuh). Itu saya lakuka agar tetap bisa on time saat ada kendala-kendala. Saya yakin itu akan berpengaruh juga pada "murid" saya. Gurunya terlambat, berarti muridnya boleh terlambat. Saya tak mau ada kalimat itu terlontar. Terpenting, penilaian Allah terhadap diri saya dalam mengemban amanah.
Setelah pikiran tak karuan tadi itulah...entahlah...air mata saya hendak membuncah. Saya merasa menjadi orang yang penuh dengan keterbatasan. Saya sama sekali tak menyalahkan siapapun atau kondisi yang saya hadapi karena saya sadar kadang-kadang suatu hal tak selalu mulus dengan apa yang diinginkan.
Dan...
Setelah saya berhasil mencapai tempat saya "dinas"...di sana masih sepi. Belum ada seorang pun yang datang. Menjelang pukul setengah lima, seorang nenek yang saya kenal beliau adalah penjual bubur...datang. Ia menjadi peserta pertama...dan...terakhir pada hari itu. Sampai pada maghrib tiba tak ada satupun orang yang datang lagi. Mendadak saja hati saya sesak. Merasa kaget sejenak dengan kenyataan itu. Kenapa hanya bisa dari banyak orang yang mendaftar, hanya satu orang yang hadir?
Saya pun terpaku. Setelah selesai memberikan materi tahsin secara privat kepada nenek tadi, saya pun mulai menilai kinerja saya. Mungkinkah ada yang kurang dari diri saya sehingga mempengaruhi semangat peserta untuk hadir? Atau mungkin kebetulan mereka mempunyai kepentingan yang sama pada sore itu? Wallahu al'lam. Saya tak tahu jelasnya.
Yang saya pahami kemudian adalah tak selamanya apa yang diperjuangkan itu langsung lancar lagi mulus tanpa hambatan. Entah itu hambatan yang bersumber dari diri sendiri atau pun dari pihak yang lain. Itu akan terus berlaku karena sudah menjadi sunnatullah. Pikiran saya juga kembali tercerahkan setelah berkirim sms kepada seseorang. Beliau bilang "yang namanya membangun itu memang sulit, dan tak langsung menuai hasil. pasti ada saja godaannya, tetap optimis saja, pasti ketidakhadiran mereka itu karena alasan yang syar'i."
Saya serahkan semua kepada Allah. Dialah yang Maha mengetahui. Saya tak boleh berburuk sangka apalagi sampai mengeluh karena hanya ada satu murid saja yang datang untuk belajar.

Khoirukum Man ta'allamal Quraan Wa allamahu
Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al quran dan mengamalkannya...

COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Pasang Surut Dalam Medan Ini
Pasang Surut Dalam Medan Ini
http://2.bp.blogspot.com/-fDkQVubydS4/T6-Z7k04kyI/AAAAAAAAAFs/CzJKezqQIqE/s320/al-quran.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-fDkQVubydS4/T6-Z7k04kyI/AAAAAAAAAFs/CzJKezqQIqE/s72-c/al-quran.jpg
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2012/05/pasang-surut-dalam-medan-ini.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2012/05/pasang-surut-dalam-medan-ini.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy