Petaka-petaka lidah yang tak bertulang

Ceritanya, saya punya buku “Manajemen Diri Muslimah” karya Dr. Akram Ridha. Buku itu sudah lama kumiliki. Baik seri yang pertama maupun ...



Ceritanya, saya punya buku “Manajemen Diri Muslimah” karya Dr. Akram Ridha. Buku itu sudah lama kumiliki. Baik seri yang pertama maupun yang kedua memiliki keunikan tersendiri dan kedetailan pembahasan. Sudah dibaca berulang-ulang, masih saja ketagihan. Apalagi kalau untuk bahan materi taklim, bisa juga jadi referensi yang pas karena dalil-dalil yang disajikan cukup lengkap.
Kali ini saya mau sedikit berbagi tentang apa yang tertuang dalam sebuah babnya. Pada bab Pantang Menyakiti Orang Lain pada seri yang kedua, di dalamnya dipaparkan beberapa petaka-petaka lidah yang tak bertulang.
Sepakat ya kalau lidah tak bertulang? Intinya
dikatakan seperti itu bertujuan mengajak manusia untuk lebih berhati-hati karena begitu mudahnya sesuatu terucap dari alat pengecap rasa itu. Kenapa harus berhati-hati?
Sepasang suami istri yang hidup rukun bahagia bisa saja jadi bercerai hanya karena LIDAH
Dua sahabat karib yang berjanji menjaga tali persahabatan bisa jadi sengit penuh permusuhan hanya karena LIDAH
Anggota sebuah organisasi besar yang solid bisa jadi bobrok hanya karena LIDAH
Persaudaraan antar keluarga besar yang terjalin baik bisa berubah penuh dendam dan amarah hanya karena LIDAH
Tetangga-tentangga yang hidup berdampingan saling tenggang rasa kemudian berubah jadi hubungan kedengkian hanya karena LIDAH
Itulah, mengapa insan di dunia harus menjaga lidahnya, senantiasa menata dengan manajemen lidah yang benar agar tercipta keharmonisan hubungan dengan siapapun. Kita tak ingin disakiti, maka jangan sampai lisan atau lidah yang kita punya menyakiti orang lain.
Ada beberapa petaka lidah yang harus dijauhi :
1.   Berbicara yang tak penting
Pernah melakukan ini? Mungkin sering. Lidah seringkali mengucapkan kata-kata atau terlibat perbincangan yang tak penting. Seperti membahas kelucuan-kelucuan saat di pesta, memperbincangkan kekonyolan seseorang sampai lupa waktu, atau hanya membicarakan gosip artis-artis yang tak bermanfaat. Kita muter kesana-kemari membahas infotainment yang tak jelas benar dan tidaknya. Padahal daripada membahas hal itu, masih banyak aktifitas yang bisa dikerjakan dan memberi manfaat.
2.   Berkutat dalam kebatilan
Semoga kita dijauhkan dari hal ini. Berkutat dalam kebatilan maksudnya lidah kita membicarakan hal-hal yang berbau maksiat. Tempat pelacuran, bandar narkotika, atau mungkin hanya membicarakan kondisi rumah seseorang yang bisa dijadikan sasaran pencurian atau perampokan.
3.   Berbicara kasar, memaki, dan bicara kotor
4.   Mengutuk dan sumpah serapah
Ini berlaku bagi siapapun. Tapi saya hendak mengingatkan terutama bagi kaum ibu. Berhati-hatilah mengeluarkan sumpah serapah pada anak-anak kalian meskipun hati tersakiti oleh mereka.
Sabda Rasulullah “Tiga doa yang dikabulkan oleh Allah : orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa seorang ibu terhadap anak-anaknya”
Jika kita tak mau menyesal karena sumpah serapah kita ternyata dikabulkan Allah atas anak kita, maka jagalah lisan.
5.   Mengolok-olok dan mencemooh
Berhati-hatilah selalu dan ingat ini :
“...dan jangan pula perempuan-perempuan  mengolok-olokkan perempuan lain karena boleh jadi perempuan yang diperolok-olokkan lebih baik daripada perempuan yang mengolok-olokkan...” petikan surat Al Hujurat ayat 11.
Larangan ini berlaku bagi semua orang yang beriman, bukan hanya perempuan. Karena pada petikan sebelumnya Allah juga berfirman bahwa janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, dan itu semua ditujukan kepada orang mukmin.
6.   Membocorkan dan mengumbar rahasia
7.   Ghibah/menggunjing
Ghibah ada dua macam. Ghibah hati dan ghibah mulut. Ghibah mulut sudah jelas. Kalau ghibah hati, berarti semacam prasangka yang lebih identik ke prasangka buruk atau suudhon. Jauhilah juga prasangka buruk. Meski hanya di dalam hati, prasangka buruk itu membawa kepada keburukan, padahal keburukan kelak akan membawa kepada naar atau neraka. Naudzubillahi min dzaalik.
8.    Namimah (provokasi)
Provokasi atau adu domba adalah hal yang sangat mengerikan. Sekali terlaksana, akibatnya akan menggoncang keadaan. Jangan sampai kita jadi orang yang suka memecah belah saudara atau teman, apapun tujuannya. Tak perlu merasa iri jika hubungan kawan kita lebih dekat dengan yang lain. Atau mungkin kita merasa terkucilkan dalam keluarga lalu memecah belah keutuhan keluarga besar dengan membuat mereka saling membenci satu sama salin. Coba bagaimana kalau kemudian hari kita yang dipecah belah? Tak sadar, ada yang sedang mengadu domba...yang menginginkan kita bermusuhan dengan seseorang.
Hendaklah kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah supaya petaka-petaka lidah di atas pantang dilakukan.
Buah menjaga lidah :
1.    Mendapatkan keutamaan mendekatkan diri kepada Allah
2.    Menjadi orang yang memiliki kedudukan dalam islam
3.    Mendapatkan jaminan dari Rasulullah untuk masuk surga
4.    Derajat kita diangkat dan mendapatkan ridho Allah

***
Saya jadi ingat sesuatu. Entah awalnya bagaimana tiba-tiba saya dikejutkan dengan kabar miring di sekitar tetangga. Salah seorang teman yang saya percaya mengatakan bahwa ada tetangga bilang “Mbak Isna itu hanya gaya pakai jilbab, cuman untuk kedok. Padahal ya omongannya nggak bisa dipercaya.”
Omongan yang mana? Apa saya pernah melakukan kebohongan atas ucapan saya? Saya introspkesi. Mengingat-ingat selama setahun bertetangga di perumahan itu, pernahkah menyakiti hati tetangga...khususnya pada dia yang mengatakan begitu terhadap saya. Sebut saja Bu Ririn (bukan nama asli).
Saya sedih sekali. Sejauh bermasyarakat di sana, hubungan pertetanggaan terkesan baik. Saya juga tak pernah merasa dipojokkan atau dibenci. Selagi apa yang saya lakukan adalah kebaikan, saya tak pernah merasa sungkan. Apalagi saya memang ingin menjadi agen islam sejati, maka sudah harus sadar pasti akan ada tantangan. Dan mungkin, tantangan itu mulai terlihat setelah setahun kemudian membersamai mereka. Terutama mereka yang ibu-ibu.
Hubungan saya dengan Bu Ririn baik. Kami tak pernah berselisih karena hal apapun. Tapi entahlah apa sebabnya mengaba beliau bisa bicara begitu tentang saya. Dan beberapa hari kemudian saya juga mendengar tetangga lain membicarakan tentang saya...yang tentunya tentang kejelekan.
Saya selalu memohon kepada Allah semoga dikuatkan serta dijauhkan dari perkataan yang menyakiti orang lain. Alangkah celakanya saya jika sampai melakukan itu.
Saya sadar, dalam bermasyarakat apapun bisa terjadi. Saya pun harus siap dengan jelmaan siluman. Di depan bersikap baik, tapi di belakang bersikap buruk. Saya tetap bersikap wajar sebagaimana mestinya. Hanya saja lebih berhati-hati dalam menggunakan lidah karena bisa jadi saya lupa pernah mengatakan sesuatu yang tak sesuai dengan sebenarnya.
***

COMMENTS

BLOGGER
Name

aku dan keluarga,10,al quran,4,cerita lucu,2,Cerpen,20,Hikmah,26,inspiratif,40,keluarga,1,Kepenulisan,26,lomba,6,naskah drama,6,nuansa wanita,21,penerbit,7,Perjalanan Penulis,13,Perjalanan_penulis,3,puisi,3,
ltr
item
Catatan Isnaeni DK: Petaka-petaka lidah yang tak bertulang
Petaka-petaka lidah yang tak bertulang
Catatan Isnaeni DK
https://www.isnaenidk.com/2012/04/petaka-petaka-lidah-yang-tak-bertulang.html
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/
https://www.isnaenidk.com/2012/04/petaka-petaka-lidah-yang-tak-bertulang.html
true
4217727946596129531
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy